Berbagi itu penting..

Ketika berbagi menjadi kebutuhan..

amanat pertiwi, jangan dikhianati!

teringat statusku di fb saat 17 agustus 2010 lalu..
mengundang banyak comment dari sobatku.
ada yg bilang sindrome aksi lah..
namun, memang bagiku 'aksi' mahasiswa yang normatif bukan hanya turun ke jalan.
berkoar - koar menggemparkan teriakan "hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia!!!"

yang lebih 'real' adalah turun ke masyarakat dan langsung menyentuh kebutuhan mereka..
dihari kemerdekaan lalu, aq sangat bahagia bisa bertemu dgn kawan2 seperjuangan di BEM.
menggadaikan waktu bersama keluarga demi 'turun ke jalan'
bukan aksi ya..
tapi ikut serta dalam pembagian sembako ke Desa Cipayung (Citayam).
berbekal bipol, beberapa karung sembako, tekad dan niat untuk maju..
maka kami 'anak2 sok sibuk 'BEM TAKTIS' mencoba membantu mendistribusikan amanah tsb.


Bahagia, meskipun bukan jalan2 ke tempat tamasya/mall..
tapi menurut kami, inilah fungsi mahasiswa yg sesungguhnya..
menjadi bagian dari aspirasi masyarakat, bukan penghancur peradaban.
semoga ini menjadi bagian pembelajaran yang berkesinambungan hingga nanti.

kebahagiaan yang timbul setelah melihat senyuman mereka..
senyuman tulus dan tidak ada kata menyerah..

Hidup rakyat Indonesia, kita pasti bisa bangkit!!!

Episode akhir yang indah :)

Bismillahirrohmanirrohim..



Teringat sebuah kisah yang dipaparkan dari seorang guru besar di SMA ku..
Tentang seorang pemuda (siswa) yang sudah kembali kepada Nya.
Kakak kelas di SMA ku, namun aku tidak begitu tahu beliau angkatan berapa?
Yang terpenting adalah hiqmah yang dapat dipetik dari kisah manis ini
dalam perjalanan menjemput ajal yang indah..

Seorang pemuda yang menghiasi masa SMA
dengan prestasi akademik & perangainya yang baik.
Tidak banyak bicara, namun santun perangainya.
Sakit yang ia derita, tak menjadikannya sebagai alasan untuk malas beribadah.
Malah bertambah dekat dengan Rabb Nya.

Beliau pun tidak ingin menyulitkan kedua orangtua nya.
Hingga suatu ketika, ajalnya pun tiba.
Ketika ia belum lulus dari sekolah.
Masih berstatus siswa SMA.

Ketika itu, didapati sedang sujud di atas sajadah yang menjadi saksi akan wafatnya.
Tidak bergerak, sudah tak bernyawa..
Inna lillahi wa inna ilayhi rooji’uun..
Beliau meninggal dalam keadaan sedang sujud.

Kala itu, beliau sedang melaksanakan Qiyamul Lail..
Menghadap Rabb Nya dalam keadaan yang baik.
Sungguh, baik dan manis sekali.
Prestasi akhirat yang tiada mudah untuk menggapainya.

Butuh pengorbanan…
Subhanallah…
betapa beruntungnya jika kita menutup episode hidup ini dengan kebaikan..
Menjemput ajal dengan rindu yang menggebu akan Rabb yang Maha Segala Nya..
Sebagai bukti, bahwa hidup ini hanya sementara.
Hanya sementara, kawan.

Akankah kita menutupnya dengan kebaikan?
Semoga Allah memberkahi akhir hidup kita dengan HUSNUL KHOTIMAH.
Amin…

Tebarkanlah Salam..

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :”Kalian tidak akan masuk kedalam Surga hingga kalian beriman, dan tidaklah kalian dikatakan beriman hingga kalian saling mencintai. Ketahuilah, aku akan memberitahukan kepada kalilan sesuatu yang apabila kalian melakukannya niscaya kalian akan saling mencintai.
Yaitu "tebarkanlah salam diantara kalian."

Ketika ujian 'yang sebenarnya' menerpa...

Bersyukur, karena Allah tlah menciptakan aku dalam keadaan Muslim..
Bersyukur karena Allah menciptakan aku lahir dalam keluarga yang 'hangat'..
Bersyukur karena sampai saat ini nafasku masih berhembus..
Ya Rabb, ampuni hamba..Jika syukurpun masih tak sempurna.

ku ingat, ketika dahulu tarbiyah belum menyapaku..
terasa sangat jauh diri ini..
Namun Engkau membolak-balikkan hati ini menuju kedamaian yang Kau beri..
Alhamdulillah..:)

Ampuni aku, jika cinta ini masih belum sempurna..
Astaghfirullah,,
Padahal, sudah jelas. Bahwa Engkau-lah yang memberikan aku hidup..
Ampuni ya Rabb..

ketika ku renungi hidup,
bukan untuk dinikmati..
Namun, untuk dicermati& senantiasa diperbaiki..
bukan hanya gurauan yang dapat mematikan hati..
tawa berlebih yang melunturkan tekad ini

Jauhkan aku dari fatamorgana yang sepi
yang melenakan hidup ini..
aku lemah, ya Rabb..

ampuni aku, yang belum khusyu' dalam shalat..
masih berhias duniawi..

kadang, aku sedih..
ketika ada sebagian yang menganggap shalat sebagai ritual..
hanya kegiatan yang biasa dilakukan..
tanpa disertai feel/ ruh..
kadang, masih meninggalkannya..
astaghfirullah..

ketika pemuda Islam dilenakan oleh duniawi..
apa daya, banyak yang terpatri
hiburan, gaya hidup, dan trend yang tidak syar'i..
makin menjauhkan Sang Pencipta dengan diri..

Apalah artinya hidup, jika masih menjadi Zombie..
Hidup tanpa 'ruh' namun hanya melengkapi kebutuhan jasmani..
shalatpun jarang, apalagi tilawah?
kadang, merasa terasing. ketika ada yang melaksanakan sunnah Rasul
dianggap aneh..
Padahal, identitas Islam sedang dida'wahi..

Islam...
Namun lebih mengidolakan non muslimin..
Padahal, Rasulullah adalah manusia yang sempurna..
yang paling tepat dijadikan panutan..
astafghfirullah..


Saudaraku, masihkah hatimu terpaut pada kesenangan yang sangat sebentar ini?