Allah Maha Lembut.. ^^

Alhamdulillah, ahad kemarin dapat tausiyah dari salah seorang saudari yang menginspirasi.
Nasihatnya adalah tentang salah satu asma'ul husna. Al - Lathif..



Al - Lathif, Allah Maha Lembut.
Dengan kelembutanNya, terkadang kita tak merasakan nikmatNya yang senantiasa hinggap di diri ini..
Ketika Allah menyapa kita dengan hujan rintik - rintik, menyejukkan raga dan jiwa..itulah bukti, bukti kelembutan Allah..

Ketika Allah menyiapkan padi yang panen di sebuah tempat nun jauh di sana.. Kemudian atas izinNya, kita dapat menikmati nasi yang ternyata telah diproses sedemikian lama, untuk sampai ke piring kita.
Ya Lathiif..

Ketika Allah memberikan kita pakaian yang melekat pada raga ini.
Dengan kelembutanNya, kita kembali tak peka akan nikmatNya.
Tentu saja, pakaian itu tak langsung ada di depan mata kita..
Perlu proses, dari menanam pohon kapas, kemudian proses pengambilannya, proses pengolahan kapas menjadi kain, kemudian dari kain menjadi baju.. Subhanallah, Allahu yaa Lathif..

Insan.. terkadang tak peka merasakan kasih sayang Nya.
Padahal, nafas ini pun adalah bukti cintaNya yang tak terkira..
Begitu lembutNya Engkau Ya Allah, hingga aku malu menatap diriku sendiri.

Angin sejuk yang menyisir pohon - pohon sekitar, terkadang tak ku syukuri..
Padahal, dikala itu Engkau sedang menunjukkan kelembutanMu di hadapan hamba - hambaMu.
Realitanya, insan yang penuh karat ini menjadi keras hati tak menggubris panggilanMu.
Sibuk dengan BB, ilusi, idola tak bersahaja, dan segumpal kesenangan dunia lainnya.

Ampuni kami, ya Allah.. lembutkanlah jiwa dan hati kami. Aamiin

Bangga?


Ya Allah, cukuplah menjadi kebanggaan bagiku, Engkau adalah Rabb-ku.
Dan cukuplah menjadi kemuliaan bagiku, aku adalah hamba-Mu..
Ya Allah, Engkau sebagaimana yang aku inginkan,
Maka jadikan aku sebagaimana yang Engkau inginkan..
-Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu-


Subhanallah, masihkah kamu bangga dengan hal yang fana?
Bangga, punya BB? Mobil mewah? Otak cerdas? atau...bla bla bla..
Astaghfirullah..
Ukuran bangga bagi seorang Muslim sejatinya bukanlah materi.
Tapi kebanggaan yang tiada tara bagi seorang muslim adalah..ketika ia menyadari posisinya sebagai hamba Allah. Ya.. bangga karena Allah adalah Rabbnya.. 

Trus, kenapa harus bangga jadi seorang Muslim...?
Bangga, dan bersyukur karena Allah tlah menggariskan kita untuk merengkuh nikmat Islam dan Iman.
Peganglah erat - erat nikmat itu!
Karena tidak seluruhnya memiliki nikmat yang kau genggam saat ini..
Jangan sampai, kita berbangga diri saat KTP kita menyatakan Islam.
Tapi berbangga-lah karena Allah adalah Rabb kita..
Maka..dengan seiring berjalannya waktu, kita akan semakin mendekat dengan cintaNya..
Sekalipun berjuta manusia sedang terheran - heran atau takjub dengan kemegahan dunia, maka jangan ikuti langkah mereka..
Lawanlah arus trend menjadi follower tak bersahaja..dengan bangga menjadi  follower sejati Rasulullah SAW.
Insya' Allah kau kan selamat.
Meskipun sunnah Rasul terasa kian terasing.
Memakai hijab lebar terkesan terasing, shalat sunnah, puasa sunnah, kian terasa terasing..
Jangan gusar,wahai saudaraku.. karena hidup kita di dunia memang sebagai orang asing.
Hanya sebentar, tak menjadi rumah abadi.
Kelak, disana..
Jannah-Nya kau kan istirahat dalam naungan cinta yang tiada batas! :)



Surat untuk pengemban da'wah


Teruntuk, engkau adikku.
Di jalan da'wah.

Da'wah adalah nafas..
Lantas, apakah kita bisa menghentikan nafas ini?
Apakah kita sanggup menatap dunia ini gersang dari siraman iman?
Ataukah dingin. tanpa penghayatan?
Na'udzubillah.


Jika kita, hadir dan dihadirkan oleh Allah menjadi salah satu pejuang da'wah..
Apakah kita sanggup untuk menolaknya wahai adikku tercinta?
Apakah diri ini sanggup menjawab pertanyaan di hadapan munkar dan nakir nanti?

Tanggungjawab kita..sebagai khalifah di bumi.
BERAT. namun ada Allah dan RasulNya

Amanah ini, sebagai penyambung da'wah Rasulullah dan para nabi terdahulu..
BERAT. namun ada Allah dan RasulNya.

Sebelum ajal menjelang..
Sebelum kita menyesal..
Sebelum ruh ini brpisah dari raga.
Bismillah..kita tunaikan amanah dengan sebaik baiknya..

karena Allah, semua akan menjadi indah.
karena Allah, semua akan menjadi berkah.
karena Allah, semua akan menjadi jannah.

Begitu indahnya da'wah..
Menyinari kelamnya peradaban mekkah yang hingar bingar sebelum Rasulullah diutus..
Hingga menjadikan Mekkah nan cerah merekah!
Menyinari madinah, yang haus akan pedoman..
Menyinari tha'if yang masih menyembah berhala..

karena da'wah, ukhuwah tercipta..
karena da'wah, manisnya iman dapat dirasa..
karena da'wah, kita  bisa mengenal siapa Rabb kita..
karena da'wah, kita mengenal surga dan neraka..
karena da'wah..kita bisa mereguk ketenangan jiwa..

Da'wah adalah pembuktian iman.
Da'wah adalah action dari iman dan taqwa.
Tidak cukup dengan hati.
Jika kau sanggup lebih, kenapa tidak?

Entah..
Bisa jadi... Rasulullah menangis tatkala melihat kondisi ummat hari ini.
jauh dari Allah..
jauh dari Al-Qur'an..
jauh dari Sirah nabawiyah..
jauh dari kemuliaan akhlaq..
jauh dari mengingat mati..
jauh dari istighfar..
jauh dari taubat..
jauh dari pengorbanan..
jauh dari saling mengingatkan satu sama lain..

Semoga Allah meneguhkan kita dalam jalan ini.
ISLAM is never die in my heart, my soul, and my mind..

Ayo Bangkit jiwaku..jiwamu..jiwa kita..!!
Bismillah..tenanglah, ada Allah yang Maha Sempurna dan Maha Besar.

lihatlah di ujung sana..
Rasulullah sudah menunggu kita di pintu surga.
Kejar..kejar..kejarlah ukhti..
jangan takut!
meskipun ada duri dan paku.
rasa sakit itu hanya sebentar, dibandingkan akhirat yang kekal.

KITA PASTI BISA!
BISMILLAH..
ALLAHU AKBAR!!

Love Allah.
Love Muhammad.

mohon maaf jika ada kata yg salah.

-hanyainsanbiasa-

Jangan cepat berpuas diri..

Bismillah..

Terus bergerak, meskipun bahan bakar kini kian menipis..
Tapi langkah seorang pejuang tak boleh terhenti sampai di sini.
Harus memperbaiki diri, meskipun tabiat iman memang fluktuatif.
"Maka..nikmat Rabbmu manakah yang kau dustakan?" (Ar - Rahman)

Begitu banyak masa yang disiakan.
Begitu sering, diri hina ini merasa berpuas diri.
Entah, karat apa yang hinggap di sini.
Padahal, kunci orang sukses akhirat tak pernah berpuas diri akan ibadahnya.


Seperti Rasulullah saw dan sahabat yang senantiasa totalitas dalam ibadah dan da'wah.
Tak pernah merasa 'ke-PD-an' hingga berleha - leha dalam amal ibadah.
Astaghfirullah..
Posisiku, tak ada apa - apanya dibandingkan mereka.
Namun perjuanganku tak se-gigih mereka.
Tak sedikitpun.

Hari ini mulailah berkaca, wahai jiwa..
Mau engkau gunakan untuk apa masa muda ini?
Manfaatkanlah! Karena ia bagai kuda yang berlari cepat.
Meninggalkan ruang dan waktu.

Hanya cintamu kepada Allah 'azza wa jalla yang memurnikan ketaatan yang tak pudar.
Allohu Akbar! cintaMu yang tulus, sudah sepatutnya kau balas lurus..
Niatmu, mohon diluruskan. Ingat peringatan cintaNya dalam Adz-Zariyat : 56..


Sifat ujub..

Bismillah..

Sedikit review mengenai buku Tazkiyatun Nafs, pembahasan mengenai Ujub (Membanggakan Diri).
Ya Allah..mau nangis teruss kalau baca bab yang ini.. #periksaDiri

Rasulullah saw bersabda, "Apabila kamu berjumpa dengan seseorang yang memperturutkan sifat pelit, mengumbar hawa nafsu, mengutamakan dunia, dan selalu 'membanggakan pendapatnya sendiri', maka selamatkan dirimu" (at-Tirmidzi)

Rasulullah saw. menasehati orang yang terjangkit penyakit ujub untuk melakukan uzlah (menyendiri), sedangkan dalam tiap kesempatan beliau selalu menganjurkan umat untuk berjama'ah. Nah, ternyata uzlah merupakan salah satu terapi pengobatannya..



Ibnu Athaillah as-Sakandari berkata mengenai sifat merasa cepat puas,
"Asal segala maksiat adalah kelalaian dan cepat merasa puas atas apa yang dilakukan. Asal segala ketaatan adalah tidak lalai dan tidak merasa cepat puas atas apa yang dilakukan. Ilmu apakah yang membuat seorang alim itu merasa puas sehingga ia tak mau belajar lagi, dan kebodohan apakah bagi orang yang bodoh sehingga dirinya tidak merasa puas?" #jlebb banget buat aq :'(

Di sini terdapat tips untuk melawan penyakit ujub, salah satunya adalah dengan sifat tenang ketika musyawarah. Orang yang selalu mengikuti hawa nafsu dapat diobati dengan mengikuti rambu - rambu Al-Qur'an (ini nih yang dimaksud bahwa Al-Qur'an adalah asy-syifa'...).

For your information..ternyata, ujub dengan sombong (kibr) itu beda lhoo.. jadi, kalo ujub itu sifat membanggakan diri tanpa ada pembanding. Contohnya seperti seseorang yang ujub dengan ibadah shalat tahajudnya, maka ia tidak perlu melihat ibadah tahajud orang lain.. jadi ibaratnya 'ngerasa istimewa sendiri'. Beda dengan sombong, kalo sombong itu memerlukan orang lain (mutakabbir alaih) untuk membandingkan dirinya, seperti sombong dengan ilmunya karena ia melihat keilmuan orang lain di bawahnya, lalu timbul kepuasan dari hatinya. Merasa lebih dari yang lain..dan meremehkan mereka. #horor nih ujub!

Ayo, readers..kita sama - sama berdo'a kepada Allah Azza wa jalla agar terhindar dan dibersihkan dari penyakit hati ini (ujub dan sombong). Supaya kita tak termasuk dalam hadits ini:
Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah masuk surga seseorang yang di hatinya terdapat kesombongan sebesar buah dzarrah" (HR. Bukhari)

Mau nangis? boleh.. yuk, kita sama-sama mengobati diri :)
Ini ada ayat yang menyentuh sekali..
Allah SWT berfirman, "Maka apabila orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk, lalu ia meyakini pekerjaan itu baik..." (Fathir[35] : 8)

"......Mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik - baiknya.." (Al-Kahfi:104)
Rasulullah saw bersabda, "Keadaan seperti ini akan banyak terjadi pada generasi terakhir umat ini."
(Abu Dawud dan Tirmidzi)

Mari mencerna dan meresapi.. tambah mau nangis kan? apalagi kalau melihat yang di-underline itu lho.

Nikmati saja prosesnya ^^

Ketika melingkar ahad lalu.. Ummi membahas mengenai menikmati proses.
Proses hidup yang begitu panjang, kadang menuai ujian dan bumbu kehidupan yang beragam.
Orientasi hasil memang dibolehkan, namun tak dijadikan pembenaran jika prosesnya tak sesuai perintahNya. Jangan jadi hamba oportunis! #upss..


Ada sebagian orang yang mudah stress, ketika cita - cita atau harapannya tak mampu ia gapai. Kenapa? karena orientasi hasil yang berlebihan. Padahal, hasil itu adalah kehendak Allah. Hak prerogatif Allah saja. Dan sebagai seorang hamba, tugas kita adalah berusaha dan berharap mendapatkan yang terbaik. Nah, sebelum itupun bab yang ini juga harus selalu mengiringi sampai final apapun prosesnya. Apa sich? Yaa apalagi kalau bukan "Niat yang lurus, mengharap ridho Allah Yang Maha Segalanya.."

Selain itu, proses yang kita jalani ini tak untuk dilewati begitu saja. Pentas ini.. adalah pentas kesungguhan iman dan islam kita. Sampai dimanakah tingkat kesabaran seorang insan dalam meniti jalan hidupnya? Apakah ia berhasil sampai garis finish, atau malah gagal di garis start..atau melambaikan tangan ke kamera saat di pertengahan?

Jika menelisik kisah Rasulullah dan sahabat, kita bisa mengambil hikmah yang begitu padat. Yakni, hidup mulia atau mati syahid. Ketika hidup, dalam kemuliaan Islam..dan matipun dalam keadaan syahid yang dirindukan. Begitulah hidup yang bahagia, jika semuanya kita gantungkan kepada Allah. Allahu Shomad. Tak kan ada kata menyerah dan kecewa kepada hasil.. karena keyakinan yang melebihi gunung uhud. Bahwa Allah, senantiasa memberikan yang terbaik bagi hamba - hambaNya.
yang berharga adalah proses, bukan hasil.. karena hasil adalah ketetapan Allah.
Ini contoh kecil dari "menikmati proses"..
- Niat kuliah? -> menambah ilmu Allah, bukan title /  jabatan.
- Niat bisnis? -> meraih ridho Allah, bukan mencari kekayaan semata.
- Niat halaqah? -> meraih ridho Allah, bukan untuk mencari jodoh. *lohh

So, kesimpulannya ---> Semua proses, harus dilandaskan karena Allah!

Jaga kejujuran, jaga izzah, jaga iffah, jaga keramahan, dan intinya..jaga dinullah!
"Pahala yang Allah berikan, bukanlah dihitung berdasarkan hasil..tapi proses yang membersamainya.."

Sekian, semoga bermanfaat!

Ya Rabb, Engkau-lah yang mengajarkanku

Bismillah...

Ya Allah jadikanlah air mataku hanyalah untuk Mu..
Bahagiaku hanya untuk Mu..
Cintaku hanya untuk Mu..
Shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Mu..

Ya Allah..sungguh, hambamu ini adalah insan yang mudah lupa.
Padahal dalam tiap shalat, hamba senantiasa mengucap janji setia padaMu.
Namun.. kekhilafan terus membayangi tiap desah nafas.
Nampaknya, syaithon tak pernah rela melihat kami sujud padaMu.



Ya Rabbi.. perlindungan hanya milikMu
Yang Maha Menyaksikan setiap saat hanyalah Engkau.
Bahkan, di kala tak ada yang ingin mendengar keluh kesahku.
Itulah saatnya.. dan mestinya sedari dulu.. aku kembali menunduk menangis menghadapMu.
Dan, sekali lagi. Engkau selalu setia setiap saat.

Sungguh, hanya Engkau Yang Maha Suci.. namun, kau mengajarkanku arti ke-tawadhu-an.
Subhanallah, Sang Maha Suci yang senantiasa menerima ampunan lumuran dosa hamba - hambaNya.
Allah.. Kau lah Kekasih sejati yang sesungguhnya. :')

Di saat yang lain ogah menemani hamba ini mengarungi badai cobaan..
Lalu Engkau menenangkan hati ku yang sedang gusar.
Dengan lembut, Engkau berfirman : "Innallaha ma'ash shoobiriin.."
Dan di saat itu pula, Engkau sedang mengajarkan arti kesabaran agar membersamaiMu.

Ya Allah.. dengan apa aku menjadi hamba terbaikMu?
Semestinya hamba malu.. terlalu banyak meminta kepadaMu.
Dan.. dengan kasih sayang Mu Engkau berfirman : "Berdo'alah kepadaKu.."
Engkau mempersilahkan kami, agar tak malu lagi untuk berdo'a..
Di saat aku meminta dunia, Engkau berfirman dengan tegas..
"Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal.” (An-Nahl: 96)
Dengan sigap hambaMu yang lemah ini berbalik arah meminta ridhoMu yang tiada tara..
Jannah--> agar aku bisa bersama dengan para kekasih Mu..
Engkau mengajarkan arti keabadian dengan demikian santun..

Sungguh, keabadian hanya milikMu..
Dan dunia ini pun sekarang senyum getir menyaksikan taqdirnya yang hanya sementara..

Jangan hanya mengutuk gelap!

Bismillah..
Membaca karya Ustadz Salim A. Fillah, "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" memberikan torehan tersendiri. Mengapa? Sungguh, tak kan mampu ku paparkan seluruhnya. Mungkin ini hanya refleksi sebagian kecil dari keseluruhan itu.

Menjadi Muslim, adalah menjadi kain putih.. lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan. keceriaan, dan cinta bagi semesta alam. Manis, bukan?
Dari buku ini, aku belajar memaknai amanah sebagai seorang Muslim. Yah, penuh perjuangan. Memang, nikmat ini yang sering dilupakan..abstain dari pikiran seorang muslim. Nikmat Islam. Semoga, tak kan melupakan nikmat agung ini.. aamiin.

Muslim, tak sekedar syahadat-shalat-puasa-zakat-haji.. namun, jauh lebih dalam lagi jika cita-cita seorang Muslim adalah Kaaffah!
Biarkanlah, para musyrikin menghendaki kesenangan duniawi. Biarkanlah. Janganlah kita jadi follower mereka. Kita, adalah generasi mulia dengan kebanggaan tiada tara menjadi hamba Allah. Apalagi yang kita banggakan selain menjadi hamba Allah Yang Maha Besar?

Namun kebanggaan tak berujung kesombongan yang menjerumuskan. Saksikan, bahwa aku seorang muslim adalah bukti bahwa kita sedang berjuang mati - matian menjadi hambaNya yang sungguh - sungguh beriman kepada Nya.

Wahai saudara/i ku.. mungkin kita pernah bertanya dalam hati. Mengapa sampai hari ini gaung kebenaran tak setinggi perang Badar pada zaman Rasulullah? Mengapa, saat ini terkesan kebathilan yang suaranya lebih mendominasi? Mengapa? Mengapa?

Karena suara - suara kebenaran hanya berdiam di masjid - masjid, dan suara kebenaran hanya bergaung di mihrab - mihrab. Belum mencuat ke permukaan seperti laiknya kebathilan pada hari ini. Bergaung di seantero istana pemimpin, sekolah, kampus, pasar, televisi, internet, dan lainnya. Astaghfirullah..


Lalu, dikemanakan suara kebenaran itu? Jangan sampai, kita baru bersuara ketika kebathilan telah bekerja. Don't be late.. kebenaran harus disuarakan dengan kobaran semangat menggelora, yang apik dan penuh kharisma. Ya Rabbi.. sungguh hamba tak ingin hanya sekedar menuliskan ini.

Minimalnya, mari kita muhasabah sejenak. Jangan sampai kita hanya mengutuk gelap. Sedih, melihat kondisi ummat saat ini. Tidak!!! Adalah karakter seorang Muslim yang tak hanya mengutuk gelap, dan segera menyalakan lilin.

Kembali ke muhasabah.. coba teliti lagi hidup kita.
Sudahkah kita menyuarakan kebenaran dengan gigih?
Sudahkah kita benahi frekuensi halaqah?
Sudahkah kita mengisi mentoring /  halaqah dengan istiqomah?
Sudahkah kita 'nyemplung' di jalan dakwah sampai dengan iman?
Sudahkah kita membuang jauh - jauh masa lalu yang penuh dengan maksiat?
Jika belum, bagaimana suara Islam mau ditegakkan?. Lah wong pemeluknya saja ogah menyuarakan firman Rabbnya dan hadits RasulNya?

Dan sekali lagi, aku bertanya dalam hati: Kemanakah janji itu? Janji ketika kita berucap:
"sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah Rabb seluruh alam.."

Dan kini, akupun harus muhasabah. Mohon maaf atas sgala khilaf.

-Semoga Bermanfaat!-


Zakat itu menyembuhkan dan membersihkan

Bismillah.
Malam itu.. subhanallah sekali. Full tausiyah. Full hikmah.
Lepas tarawih, seorang ustadz memberikan pengingatan kepada jama'ah tarawih mengenai ZAKAT.
Yuk mari kita simak..


Zakat, merupakan penyembuh dan pembersih. Dapat dianalogikan seperti berikut:
"Jika kita memotong ayam, maka yang pertama kali kita keluarkan adalah darah dan kotorannya terlebih dahulu. Mengapa darah? karena darah merupakan tempat berkembangnya bakteri yang dapat menyebabkan penyakit."
Nah, apabila kita punya harta.. pangkas dulu untuk zakat. Jangan - jangan selama ini kita tidak sehat karena "tamak" terhadap harta. Sehingga menyebabkan hinggapnya penyakit.

"Jika kita makan mangga, apa yang pertama kali kita lakukan? apakah kita langsung memakannya dengan kulitnya juga? Tidaaaak!!, kupas terlebih dulu kulitnya yang paling luar. Agar lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi. Dan..kulitnya bisa kita berikan kepada kelinci. Bermanfaat, bukan?"

"Ketika kita ingin makan ikan..apakah yang pertama kali dilakukan? Yup, dibersihkan dulu darah dan isi perutnya. Agar tak ada kuman yang dikonsumsi."

"Ketika menyembelih hewan (Ayam, Sapi, Kerbau, dll) jangan langsung diolah ketika ia masih 'klepek - klepek' atau sakaratul maut. Tunggulah sejenak, biarkan seluruh darahnya keluar baru setelah itu dibersihkan kembali dan diolah. Karena menurut medis, itu baik untuk kesehatan."

Nah..itulah sekelumit analogi tentang zakat. Sekarang, sudahkah kita memahami betapa pentingnya zakat? Karena dari harta yang kita miliki, ada hak - hak mereka --> Sang Mustahik.

Semoga Bermanfaat!

I'd Mubarrok !

Alhamdulillah, di hari ke-3 syawal ini aq masih diperkenankan untuk hidup.
Rasanya..lumayan berat meninggalkan Ramadhan yang semakin terasa singkat.
Sedihh..

Namun, diri tak boleh larut dalam kesedihan.
Meskipun tak sahur bareng keluarga lagi.
Jujur.. Ramadhan memang moment terindah dalam setiap tahun.
Sahur bersama, shalat berjama'ah, tilawah dimana2..
Oh, syahdu sekali syahrul tarbiyah itu..

Ketika syawal menyapa,
Syukur tak boleh ditanggalkan!
Sebenarnya aku sedang menegur diri sendiri. Hehe
Itulah, bekal. Bekal saat ramadhan untuk 11 bulan ke depan.



Kalau menurut Syeikh Quraish Shihab, cara untuk tetap menumbuhkan iklim Ramadhan adalah..
Berkumpul dengan orang - orang shalih.
Subhanallah.
Dengan begitu, insyaAllah kita tak kan kembali maksiat.
Iklim tausiyah yang tak putus - putusnya dari saudara seiman.
Oh, sangat berharganya ^^

Itulah Islam, tak membiarkan tubuhnya yang lain terserang virus.
Kudu, mesti, harus, diobati sejak dini.
Bahkan, kalau perlu jangan hinggap dulu tuh penyakit.
Cegah, atau bahasa kerennya harus ada tindakan preventif.

Semoga Allah meneguhkan hati - hati kita tetap dalam dienNya.
Aamiin.

Merindukan Ramadhan, di tengah hiruk pikuk ri'ayah. :)


Peduli Jilbab Featuring ITJ

Bismillah.
Beberapa hari lalu, tepatnya ahad 12 Agustus 2012 kita ngadain jilbab share dan jilbab care.
Tidak hanya diselenggarakan oleh Peduli Jilbab.
Saudara/i kita dari ITJ (Indonesia Tanpa JIL) depok juga banyak bantu. Thanks a lot.
Langsung aja deh nich foto - fotonya...

 ini penyelenggara (Peduli Jilbab feat ITJ)
Langsung praktek pakai jilbab syar'i with adik - adik sekolah master (masjid terminal)

Menghisab Diri

Bismillah.


Hisab, adalah perhitungan.
Muhasabah adalah aktifitas mengevaluasi diri.
Singkatnya, dalam keseharian kita dianjurkan untuk menghisab (evaluasi) diri kita sendiri.
Seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Hasyr:18

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 

Begitulah, perintah Allah. Selain memperhatikan apa yang telah diperbuatnya pada hari ini, perencanaan untuk hari esok demikian penting. Dan kini, aku juga teringat untaian kalimat dari Umar bin Khaththab ra:
"Hisablah dirimu sebelum dihisab, dan timbanglah sebelum ia ditimbang, bila itu lebih mudah bagi kalian dihari hisab kelak untuk menghisab dirimu dihari ini, dan berhiaslah kalian untuk pertemuan akbar, pada saat amalan dipamerkan dan tidak sedikitpun yang dapat tersembunyii dari kalian. "
                                   
Astahgfirullah..
Ayo, kapan lagi kita bisa meneliti amalan kita tiap harinya. Bahkan tiap detik.
Jika lebih banyak amar ma'ruf.. please, jgn bangga! Maka bertahmidlah. Tanda syukur.
Dan jika lebih banyak keburukan di dalamnya, maka bertaubatlah dan perbanyak istighfar.

Semoga Allah melindungi kita dari kelalaian yang menyengsarakan.

Please, jangan lebay


Bismillah.

Mengevaluasi isi hidup.
Terlalu banyak sanjungan yang membuatku terlena dan gelisah.
Astaghfirullah.

Sungguh, ini merupakan pelajaran.
Agar tak ku lakukan pada insan lain.
Dan..menurut hematku, ini semua terjadi karena Allah yang menghijab aib - aibku dari mereka.
Manusia.



Satu solusi untukmu, wahai diri.
Kembalikan pujian itu kepada Penciptamu.
Allohu Khooliq.
Alhamdulillah = segala puji hanya milik Allah.

" Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka. "

Sungguh, aku hanya hamba Allah. Tak lebih.

Bersyukur atau kufur?

Alhamdulillah..
Apakah kita sudah bersyukur atas kemurahanNya?
Semoga tak hanya penyampaian pada lisan yang basah.
Namun, diharapkan dapat meresap ke dalam jiwa.



Bersyukur.. atas sgala kesempatan yang tlah dikaruniakan kepada kita.
Bersyukur, karena kaki ini masih bisa berjalan kemana dia inginkan.
Bersyukur, karena mata ini masih dapat menatap indahnya ciptaan Allah.
Bersyukur, karena kita adalah seorang Muslim.
Bersyukur, karena hijab tlah melekat.
Alhamdulillah..kuadrat..atau kubik (pangkat tiga).

Sungguh, diri ini telah lalai dari kata bersyukur.
Malas, dan pelupa dalam berterimakasih kepada Nya.
Astaghfirullah...

Tak sekedar menyapa kata

Di tengah hiruk pikuk tumbuhnya kedewasaan
Diri ini tak ubahnya remaja yang baru tumbuh...
Masih bermandikan warna putih, yang kelak akan lebih berwarna setelah datang pelepasan.
Aku, di sini masih berjibaku dalam perkara pribadi.
Sedangkan, lingkungan tlah mengaungkan teriakan yang membuatku tersadar.
                              


Usia, yang semakin bertambah nominalnya..
Namun, jatah hidup makin berkurang.
Tak perlu risau, jika memang diri ini yakin kan merengkuh ridho-Nya.
Namun, siapa yang bisa menjamin dirimu dan diriku di hadapanNya?
Hanya DIA.

Semoga Allah memberikan keberkahan dalam segala aspek kehidupan.
Tak hanya sekedar menyapa diri dengan kata motivasi.
Namun, segeralah menuju aksi nyata yang menenangkan.

Menuju sakinah (ketentraman..)

Kembali Ke... Al-Qur'an


Alhamdulillahirobbil ‘alamiin..
Allahu Akbar!!!
Tak henti – hentinya lisan dan hati ini berdzikir.
Subhanallah, terkesan ketika melihat seorang “hafidz” 30 Juz yang bernama Isa.
Sungguh, motivasinya yang begitu mulia. Meskipun ia tak bisa berjalan sejak kecil.
Ia ingin mempersembahkan mahkota kepada kedua orangtuanya kelak di surga.
Sungguh, ini tamparan pertamaku.
Bagaimana dengan aku?
Ia mengatakan, bahwa tips dalam menghafal Qur’an adalah:

  1. Berdoalah kepada Allah. Karena Allah – lah yang memiliki Al-Qur’an, Allah yang menggenggam hati – hati kita. Minta kepada Allah agar dimudahkan dalam proses menghafal. Biarlah Allah yang membuka hati kita.
  2. Perbanyak Tilawah. Semakin banyak tilawah, maka akan semakin banyak lisan ini merekam bacaan Al – Qur’an
  3. Sabar
  4. Tawadhu’
Kedua, inilah keluarga yang sangat menginspirasi. Keluarga Abdul Rohim. Ia memiliki 4 anak.
  • Anak pertama, lahir pada Januari 1991 : Sudah hafal 30 Juz (Imam di salah satu masjid di mekkah)
  • Anak kedua, lahir pada tahun 1992 : Sudah hafal 23 Juz (kalau tidak salah)
  • Anak ketiga, lahir pada tahun 1996 : (maaf, lupa..)
  • Anak keempat, lahir pada tahun 2003 : Sudah hafal 5 Juz.
#jleb banget… malu. Lalu, bagaimana dengan aku?
Kemudian, ada latar belakang dari semua ini. Berikut penuturan dari orangtua mereka:
Ketika menikah, mereka senantiasa berdoa kepada Allah, agar dikaruniakan anak – anak yang shalih/ah dan hafal Al-Qur’an. Subhanallah..^^
Ya Allah..semoga kami bisa mengikuti  jejak mereka.
Yakinlah, Al-Qur’an ini merupakan petunjuk dan karunia terbesar dalam hidup kita.


Kembalilah kepada Al – Qur’an. Niscaya kau akan selamat.

Umar, ketegasan yang sesungguhnya

Bismillah..

Hanya ingin berbagi, indahnya Ramadhan memenuhi segala ruang.
Tak hanya dari segi ibadah yang lebih indah karena berjama'ah.
Namun... kisah Rasul dan sahabat senantiasa bergaung di berbagai media.
Alhamdulillah.

Sejak beberapa hari ini, aku menonton film Umar bin Khaththab.
Subhanallah..
Film yg full manfaat.
Menggambarkan bagaimana sejarah perjuangan Islam pada zaman Rasulullah.
Menggetarkan hati.
Ucapan para sahabat yang meneguhkan nan menambah kokohnya keimanan.
Bagaimana Bilal keluar dari perbudakannya setelah ia masuk Islam.
Bilal yang ditebus oleh Abu Bakar dengan bayaran yang mahal.
Dan..kisah keluarga Yasir, yang begitu menderita disiksa oleh kaum kafir saat itu.
Sungguh, perjuanganku tak ada apa-apanya dibandingkan sahabat.

Indahnya.. refleksi keimanan mereka.
Meskipun bongkahan batu menekan tubuh, dan panas gurun pasir memancarkan cahayanya.
Mereka tetap berkata "ahad".."ahad".."ahad"...dan bersyahadat full hikmah.
Subhanallah..
Bagaimana kegalauan Umar ketika ia belum masuk Islam.
Bahkan, ketika Abdullah bin Mas'ud dipojokkan oleh Abu Jahal..
Umarpun membantu sahabatnya tersebut.. menyodorkan tangannya untuk membangunkan Abdullah bin Mas'ud. Seketika itu, Abdullah bin Mas'ud berkata: Umar..engkau lebih baik di antara 2 orang. Doa Rasulullah..lebih pantas diperuntukkan untuk mu."
Umar heran dengan pernyataan temannya yang sudah muslim tersebut. ia segera pergi, dengan pertanyaan dalam hatinya.

Dan, ketika Amr sedang berada di luar rumah pada tengah malam..
Umar pun menghampirinya dan bertanya "Mengapa kau berada di luar rumah pada tengah malam?"
Amr menjawab "Lalu, kau sendiri mengapa juga berjalan di malam hari?
Umar menjawab, "Aku hanya mengkhawatirkan sesuatu"
Amr "jika begitu alasanmu, berarti kita sama.."
Umar "apakah hal yg mengkhawatirkan mu? Apakah karena Islam?"
Amr "Bagaimana menurutmu?"
Umar "Jika kau mengikuti hatimu, perjuangankanlah keimananmu (Islam).. kau akan ku anggap sebagai musuh yang aku hormati dan ku kagumi. Namun, jika kau ingin mencari aman dengan membohongi hatimu, maka kau akan ku anggap sebagai teman yang aku rendahkan"
Inilah ungkapan Umar yang sangat aku suka..begitu diplomatis!
Meskipun ia saat itu belum masuk Islam, tapi nasehatnya benar-benar meneguhkan keimanan Amr.
Setelah itu, Amr menyatakan keislamannya kepada ayahnya yang ia cintai.

Semoga bermanfaat!

Go to HIJAB!


Bismillah..

Semoga goresan kali ini tak disisipkan riya' atau sombong sedikitpun..aamiin.
Aku hanya ingin menggoreskan perjalananku dalam mengenakan hijab.
Ini ceritaku..:D
Ketika Madrasah Ibtidaiyyah (SD), aku memang telah mengenakan jilbab. 
Namun tidak lengkap.  
Masih mengenakan lengan pendek plus rok yang tak sampai mata kaki. Hanya sampai bawah lutut.
Ketika SMP, aku sempat melepaskan jilbab. Dan ketika kelas 2 SMP akhir, aku memutuskan kembali berjilbab. Namun..itu hanya ketika pergi ke sekolah saja. Saat SMP ini, aku terlihat tak seperti wanita. Bahkan, ketika teman-temanku yang muslimah mengenakan rok pramuka, aku asik dengan celana pramuka kebanggaanku. Tak ada guru yang protes, Alhamdulillah. Horeee!

Sejak dulu..aku memang tak suka dgn pakaian yang ketat.
Aku lebih suka memakai pakaian cowok (baju ke’gedean’ dan celana lebar).
Semoga itu memang rencanaNya yang disiapkan untukku agar tak mencicipi pakaian yang ketat. Alhamdulillah..

Nah, ketika SMA aku mulai mengenal dunia ROHIS. Meskipun aku tak begitu aktif.
Namun jilbabku masih bisa dibilang tembus pandang dan pendek. Jilbab mini gitu deh. Aku ingat sekali, pak Zekky sering sekali bilang.. berhijab itu tak boleh menampakkan aurat, bahkan yang sudah berjilbab pun bisa dibilang masih terlihat auratnya. Bahan jilbab yang tipis dan tidak menutup dada.
Josh! Saat itulah hati ku mulai tertampar.. berfikirlah..dan mulai mencari referensi tentang hijab. Aku ingat ketika itu aku membaca buku “Ukhti..apa yang menghalangimu berhijab?” judul yang memikat hatiku. Setelah ku baca, ternyata aku belum bisa dikategorikan mengenakan jilbab syar’i.

Di suatu malam, ketika usai membaca buku..diriku tidur ayam (tak terlalu lelap).
Tiba – tiba.. dalam tidur ku ada kejadian yang aneh.
Kenapa ada angin yang masuk? Hingga jendela ku tertutup-terbuka secara bergantian.
Kemudian buku yang tadi ku baca terbuka dengan sendirinya.
Seperti film gitu deh. Istighfar.
Dan..di sampingku seakan – akan ada sosok laki-laki yang tinggi besar berjubah hitam memegang palu/alat pemukul sambil bilang seperti ini : “waktumu telah habis!”
sontak aku menangis dan menawar untuk tak mencabut nyawaku saat itu.
“aku belum berjilbab!” jawabku pada sosok itu.
Aku menangis tersedu – sedu bak anak kecil yang ditinggal ibunya.
Aku takut luar biasa.. aku merasa seakan – akan nafas sudah di tenggorokan ku.
Istighfar kembali…
Kemudian aku berdoa “ ya Allah..aku masih bandel. Belum tutup aurat..belum minta maaf juga ke mama..jangan mati sekarang ya Allah..”
Ketika itu aku tak tau harus bagaimana lagi. Hanya satu, yang ku minta. 
Hidupkan aku, agar aku bisa bertaubat kepada Allah.

Usai kejadian itu, aku segera bangun dan lari ke kamar mama.
Aku menangis ketakutan dan berkata :”mah ela takut mati”
Malam itu..aku tak ingin memejamkan mata. Aku tidur di kamar mama untuk menenangkan hati. Tapi..sungguh, aku tak menceritakan mimpi tadi. Karena itu bisa dikategorikan mimpi buruk. Aku tak mau mama khawatir.
Esok harinya, aku mulai berfikir..apa arti dari mimpi semalam?
Aku sungguh tak ingin menunda janjiku semalam. Yah, aku harus berhijab!
Mulai hari itu..aku meminta izin ke mama dan bapa untuk berjilbab secara serius.
Saat itu, aku masih kelas 2 SMA.
Alhamdulillah kedua orangtuapun mendukung.
Dan..alhamdulillah hingga saat ini mahkotaku adalah hijabku.
Kenapa kamu berjilbab? Karena itu adalah bukti cintaku kepada Allah.
Simple saja, kalau cinta..pasti akan berkorban bukan?

Ayo, semangat berhijab!!!!


Refleksi jiwa sebelum Ramadhan



Bismillah...
Tarhib Ramadhan (Tema: Refleksi jiwa sebelum Ramadhan)
Masjid UI. Ahad, 8 Juli 2012
Oleh : Ustadz Arsalsyah


Ramadhan merupakan bulan kemenangan ruhiyah. Why?Karena banyak senjata (ibadah) ketika Ramadhan..so, gunakan potensi besar ini..Ramadhan hendaknya dapat memompa semangat kita untuk beribadah lebih baik lagi.

Contoh: Imam Syafi'i --> dapat mengkhatamkan Al-Qur'an 60x dalam 1 bulan..Lalu kita??

Hadits Rasulullah 
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
 ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Maksudnya?
1. Ramadhan hendaknya disertai dengan keimanan (jangan sekedar menahan lapar+haus)
2. Harus ada target dan rencana. Buatlah targer secara detail.
Misalnya: Tilawah per-hari mau berapa juz? alokasi waktunya kapan saja? Lalu ukur kemampuan kita, mampu duduk untuk tilawah berapa jam?. Saran dari ustadz'y..tilawahnya ba'da shalat..;)
3. Kurangi kegiatan2 yang minim manfaat.
Contoh: Buka puasa bersama (bahasa keren: BuBer) dikurangi, karena biasanya kegiatan yang satu ini malah mengurangi alokasi waktu kita untuk menggenjot amal shalih pada bulan Ramadhan..kalau kata ustadznya, harus ada batas maksimal. Jangan sampai, kita ga tarawih karena ada acara buka puasa bersama yang memakan waktu lama..  

وَاحْتِسَابًا?
ini artinya adalah menghitung - hitung..menurut pemaparan ustadz'y, arti menghitung - hitung ini adalah merencanakan dengan matang, kita mau apa di bulan Ramadhan ini? Goalnya apa? Caranya gimana? Waktunya berapa lama dan kapan? sama, kaya' poin ke 2.

 Persiapan Ramadhan ada 4:
1. Al-isti'dat Ruhiyah : Persiapan Ruhiyah. Ini merupakan energi terbesar, ibaratnya kalau fisik kita lagi ga fit sekalipun, ibadah tetap semangat karena Ruhiyahnya yang mantab!

2. Al-isti'dat Fikriyah : Gali sebanyak - banyaknya pengetahuan mengenai Ramadhan.. Jangan mpe, ada bonus yang terlewat. "Banyak ga tau, Banyak yang lewat".
Contoh: Ketika sahur, perbanyaklah melakukan amal shalih (ibadah). Misalnya berdo'a, tilawah, wirid, muroja'ah hafalan, tahajud,dll. Yang ini biasanya terlewat lhoooo..jangan mpe, ketika tasahharu (waktu sahur) kita gunakan cuma buat makan sahur aja..;)
Trus, ketika tarawih juga..yang utama ntu selesaikan hingga witir (selesai). Karena ganjarannya dicatat sebagai shalat malam semalam suntuk..;)

3. Al-isti'dat Maliyah : Persiapan harta. Buat baju lebaran? Bukan, tapi untuk beramal (infaq+shadaqah) sebanyak2nya.. Orang Mesir, saat Ramadhan biasanya mereka pulang kerja lebih awal. Buat apa? Buat membuka lapak makanan berbuka puasa. eits..ga dijual lho..sengaja buka lapak untuk dibagi - bagikan ke orang - orang yang lewat.. Subhanallah!
Oia..Rasulullah SAW biasanya senantiasa berinfaq ketika Ramadhan (maksimal banget!)

4. Al-isti'dat Jasadiyah : Persiapan Jasadiyah (Fisik), jangan sampai kita terseok - seok, bahkan terganggu Ramadhannya karena tidak menjaga amanah Allah yang satu ini (baca: fisik/jasad).

Optimalkan Ramadhanmu!
Karena, bisa jadi ini merupakan Ramadhan terakhir kita..ayooooo semangat!!
Banyak2 do'a yuk..semoga kita sampai pada Ramadhan..;)

ya Allah sampaikan aku di bulan ramadhan..
Makna do'a ini..khususnya pada kata "sampaikan aku" (baca: Ballighna) bukan hanya dilihat dari segi waktu. Atau pengharapan diberikan kesempatan hidup hingga ramadhan nanti. Namun ada arti lain..yakni berdo'a agar kita sampai pada hambaNya yang memenuhi persayaratan pada kriteria Ramadhan yang penuh berkah.
Pemenuhan persyaratannya itu adalah persiapan yang dilakukan pada bulan2 sebelumnya. seperti pada bulan rajab dan sya'ban. Intinya, keberkahan bulan rajab dan sya'ban diraih untuk mengumpulkan kebaikan dalam memenuhi tuntutan Ramadhan. Jangan sampai ramadhan kita tidak sampai pada keberkahan.
Pertanyaan untuk tiap diri:" Apakah kita pantas, mendapatkan keberkahan pada bulan Ramadhan?"
InsyaAllah, aamiin..:)

semangat!!!!!

Kisah kami & tukang ojek

Bismillah,

Ahad lalu, 01 Juli 2012.
Aku dan Mamie (Eka) berniat menghadiri walimah saudara kami.
Kita start berangkat dari Cibinong jam 12.45 naik angkot 08 ke sebuah tempat (alternatif sentul).
Jujur, akupun lupa nama gang'y apa ?
Terus...kita berjalan sambil bercerita mengenai halaqah, Smavo, dll...
Tak terasa, sudah 2,5 Km kita berjalan kaki di sana.

"mie...masih jauh ya tempatnya?" aku mulai merasakan ada yang tak beres dari perjalanan ini.
"iya kasel...mie tanya dulu ya.." mamie ikut ragu.

Ternyata...informasi dari seseorang, perjalanannya masih cukup jauh.
Dan.. kami pun tak langsung percaya.
Mamie mulai bertanya ke seorang ibu yang berada di sebuah warung.
"Ibu..kalau pabrik Olymp*c itu masih jauh ga bu?"
"Wah...itu mah jauh banget neng..lebih jauh dari neng masuk dari gang depan ke sini.."
Aku dan mamie bertatapan, hening...
"neng, jauh pisan ntu mah..mendingan naik ojek aja!" sambung suami dari ibu yang tadi.
"kalau jalan kaki, bisa kan pa?" aku pun mulai bersikeras, memantapkan hati. Menghindari ojek.
"Bisa neng, tapi lama..mungkin bisa setengah jam lagi neng baru nyampe..lebih malah" kata bapa itu.
"Terimakasih ya pa.." kami pamit sambil berjalan kembali.
"Neng, beneran mau jalan kaki? mendingan naik ojek aja. Neng tunggu di sini." pinta bapa itu.
"Umm..ga pa, kita sambil jalan aja nyari ojeknya" sahut aku dan mie.

Aku dan mie memang sama - sama menghindari naik ojek. Bukan karena tidak mau membayar, tapi terlebih karena kami merasa risih. Saat di perjalanan, kami pun sudah merasa lelah, karena panas yang menyengat. Diperkirakan lebih dari 35 derajat. Subhanallah.

"Mie...kita sewa 2 ojek yuk...tapi kita ga boncengan sama abangnya.." mulai ide aneh itu muncul.
"Kasel.... kalau matic mamie bisa bawa. Ya sudah, kita tunggu dapat 2 ojek ya.." ajak mamie
"Ok..sambil jalan yuk mie..tapi tetap bersiaga" sahut aku.

Alhamdulillah, ada tanda - tanda tukang ojek. Semoga lebih dari 1..kita berharap ada 2 tukang ojek yang lewat. Dan ternyata...
"Abang...ojek ya? kita butuh 2 bang!" teriak kami semangat meminta 1 tukang ojek lagi.
"Iya neng, ni ada 1 lagi neng.." sahut abang ojek
"Abang, kita mau ojek tapi kita tetap berdua bang.. jadi, abangnya berdua boncengan ya. Nanti kita pinjam motor abang yang ini." pinta aku, mulai meyakinkan abangnya.
Abang ojek pun ekspresinya mulai bingung..tapi aku mengulangi pertanyaan lagi. Kali ini dengan isyarat bahasa tubuh. 
"Abang, nanti boncengan sama abang yang ini, sedangkan kami naik motor yang ini bang. Gak apa - apa kan?" Tanya aku dan mamie.
"Iya neng..gak apa - apa. Neng pake motor yang ini aja.." Kata abang ojek sambil menyodorkan motornya.
"Kasel...emang kasel bisa bawa motor gigi?" Mamie mulai gusar.
"Bisa mie, insyaAllah..ayo, naik!" Aku mulai memberanikan diri meyakinkan mamie untuk naik.

Lucu, aku melihat expresi bingungnya abang ojek itu. Seakan - akan mereka ingin bilang kepada kami... "Kenapa ga dibonceng abang aja neng?". Namun aku yakin, sebenarnya mereka sudah tau mengapa kami bersikukuh tetap ingin bersama.. hehe

"Subhanallah ya mie, jauhh juga ni kalau jalan kaki..ini aja, ga nyampe2"..kataku sambil mengukur jalan.
"Iya kasel...jauh banget ini mah..panas juga..nanti kita pulangnya gimana ya?" Tanya mamie.
"Gimana ya mie, semoga ada jalan lain mie..." Sahut aku, hopeful.

Di perjalanan, kami benar - benar bingung. Jujur, kami baru kali ini datang ke daerah ini. Sebenarnya, abang ojek itu pun tak begitu tau tujuan alamat kami. Lantas, kami menyasar sedikit, dan balik arah lagi. Semakin lama, jalan terasa semakin sempit. Akupun mulai oleng, ketika berpapasan dengan sepeda motor secara mendadak saat belokan.

"Astaghfirullah...mamiee...ada motor, hampir aja kena ya mie." Aku mulai panik.
"Kasel..hati-hati..ayo, kasel pasti bisa!" Mamie menyemangati.
"Mamie..maaf ya, aku bawanya ga stabil. Maklum mie..udah lama banget ga bawa motor." Aku pun tak enak membuat mamie cemas.
"Gak apa - apa kasela... ini juga kalau mie yang bawa sudah jatuh dari tadi" Kata mamie merendah.
"Ah, mamie bisa aja dah.." sahut aku.
"Mamie bisanya bawa matic kasela.." kata mamie meyakinkan.

Alhamdulillah, akhirnya ada tanda - tanda walimahan. Segar hatiku, karena sudah hampir sampai. Sempat ada sedikit tawar menawar di antara kami dan abang ojek tersebut. Akhirnya, kami ambil jalan tengah.
"Segini, neng? Biasanya kalau dari depan aja 10.000" Abangnya menimpali
"Oke bang, berhubung kita naik ojeknya pas di tengah perjalanan dan bawa motor sendiri.. Gimana kalau 7000 bang!" (Sebenarnya tadi saran dari ibu - ibu warung tersebut, kami cukup membayar 5000 saja)
"Iya deh neng.." alhamdulillah abangnya setuju.

Alhasil, kami mulai menyusuri jalan menuju pelaminan. Tubuhku masih gemetar, karena perjalanan yang lumayan panjaang. Usai makan dan pengantin wanita tiba di pelaminan, kamipun undur pamit. 
"Kak, ada jalan lain ga ka menuju jalan raya?" Tanya mamie kepada kak uyung
"Ada, eka..lewat jalan turun aja..nanti lewat kali, menanjak ... trus nanti ada gang Bintang Mas" Kata kakak kelas kami yang saat itu menjadi pengantin.
"Oke ka.. ga jauh kan ka?" Kata mamie meyakinkan pertanyaannya.
"Dekat, insya Allah. Lah, emang tadi naik apa?" Kata kak uyung
"Jalan kaki + naik ojek ka.. tapi kita bawa sendiri motornya" kata kami menimpali.

Usai pamit, kami kembali menyusuri jalan. Alhamdulillah kali ini dipermudah oleh Allah. Waktu sudah menunjukkan pukul 14. 05. Aku masih di angkot 08 menuju Terminal Cibinong. Menghela nafas, akupun merasa tidak enak dengan saudari - saudari fokus yang mengajak aku ke walimahan ka ipeh bersama mereka. Alhamdulillah mereka mafhum. 

Next, aku meluncur dengan angkot 41 menuju PAL (Depok). Subhanallah, macet kali siang itu. Hampir 1 jam 30 menit perjalanan. Bahkan, aku mengira bahwa aku sudah terlewat sedari tadi. Mulai gusar, menatap kanan - kiri jalan. Aku merasakan perjalanan yang tidak biasanya. Sungguh, jauh sekali. Jangan - jangan aku telah terlewat! Istighfar...

Dalam perasaan yang kalut itu, aku mencoba meyakinkan diri. Aku tak tersesat, ini belum sampai depok. Tapi kenapa di sepanjang jalan menunjukkan kalau area ini adalah Cisalak? Apakah aku sudah benar - benar terlewat sangat jauh? 

Alhamdulillah, atas izin Allah.. aku tak tersesat dan mulai menyadari bahwa macet yang membuat perjalanan ini terasa sangat lama.

Tiba di PAL, aku merasa lebih lega. Tinggal satu angkot lagi, pekik hatiku. Aku langsung naik angkot D11. Meluncur ke Kober. Alhamdulillah, selamat sampai kober.

Bertemu dengan nyuy...dan langsung naik angkot 112 menuju mall Cijantung. Jujur, kami berdua juga tidak tahu dimana itu mall Cijantung? Bertanya ke penumpang pun tak ada yang tahu. Mungkin mereka juga pendatang di sini. Akhirnya ada seorang ibu yang memberitahu kami.

Alhamdulillah, tiba di area Mall Cijantung. Kali ini mulai diam, tak berkutik. Kemana ya langkah selanjutnya? Yupz, aku buka draft sms di hpku. Ternyata setelah itu, naik ojek ke Perumahan Cijantung 2 jalan Cemara.
"Nyuy....aku ga mau naik ojek ya.." Pinta aku menghindari ojek.
"Iya shei..aku juga ga mau, mending kita cari jalan yuk. Nyebrang kali ya" Nyuy mantap.

Usai menyebrang, kamipun mulai clingak - clinguk.. Alhasil, kami bertanya dengan salah seorang bapak paruh baya. Dan, kami langsung menuju perumahan tersebut.
"Nyuy..itu jalan flamboyan...trus, cemara dimana ya?" Tanya aku
"Dimana ya shei..kita tanya2 dulu yuk."

Usai bertanya ke bengkel kecil, kamipun masuk ke jalan Flamboyan. Tak sejauh perjalananku yang pertama. Kali ini, kami dibingungkan dengan perlima-an (bukan perempatan). Usai bertanya, kami pun meluncur dan menemukan pertigaan. Saat hampir tersesat, aku melihat ada kakak kelas yang sedang mengendarai motor lewat dan menuju ke arah kanan ku.

"Nyuy... itu ada bang *dj*... kaya'nya kita kesitu deh. Kanan!" Teriak aku, gembira.
"Aku ga lihat shei... ayo, kita ke kanan aja" Sahut nyuy ikut senang.

Saat belok kanan, kamipun semakin yakin itu rumah mempelai. Alhamdulillah sampai juga. Lapar sangat perut kamipun meronta. Setelah bersalaman dengan kakak - kakak 07, kami pun meluncur ke stand bakso dan kue. Segarnya hari ini. Terimakasih Ya Allah atas petunjukMu..

Pulang dengan angkot 112, kami turun di depan Plaza Depok. Transit di sini untuk menunaikan   Maghrib. Dan kamipun berpisah di sini. Aku menuju angkot 05, kali ini perjalanan kembali macet. Aku tiba di rumah jam 20.00 WIB. 

Sungguh, hari itu aku merasakan perjalanan yang tak biasa. Aku semakin merasakan keberadaanNya. Allahu Akbar, Engkau selalu menunjukkan jalanku. Terimakasih ya Allah

Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan...



Bismillah..

Hampir 3 hari belakangan ini... laptop aku online terus.
Maklum, karena tuntutan tugas kuliah yang memeras bandwith modem aq (padahal unlimited juga..).
Tanpa disadari, data yang harus di download totalnya hampir 2GB dalam waktu 3 hari terakhir. 
Subhanallah..

Awalnya, aq sangsi apakah bisa modem imut ini menanggung kapasitas download seberat itu?
Alhamdulillah, atas izin Allah..akhirnya bisa juga meskipun menunggu 2x12 jam..:)

Kenapa 2x12 jam?
Begini ni ceritanye..
Awalnya, aq sudah berhasil mendownload file sebesar 730MB dalam waktu kurang lebih 12 jam.
Tapi ternyata...... data tersebut hilang, karena kesalahan dalam pilihan ketika mendownload.
*Astaghfirullah..mau nangis rasanya saat itu.
Sudah aq coba cari - cari data tsb, tapi karena memang tak tersimpan..apalah daya.
Itu kesalahanku..semestinya aq tak sekedar memilih lihat sebagai... 
seharusnya aq memilih pilihan simpan sebagai..

Yupz, meskipun hampir menangis bombay karena waktu semakin bergulir..
Akhirnya aku memutuskan untuk bangkit, dan mendownload ulang lagi.
Alhamdulillah banget, beberapa teman banyak yang membantu memberikan saran yang bermanfaat.
*Terimakasih ya, terutama buat mba Wenda..:)
Lanjut..
Nah, prosesi download yang kedua ini lebih manusiawi sepertinya..
Karena aq memulaimya dari jam 13.00 hingga dini hari..
intinya, aq masih bisa tidur nyenyak setelah itu..

Dan..
Saat aq memulai untuk menginstall file tersebut di pagi hari...
Astaghfirullah...ga bisa - bisa..pesan errornya, sungguh aq ga faham.. :(
Tanya kesana - kemari, akhirnya memutuskan untuk mendownload file yang berbeda.
Kali ini, kapasitasnya di atas 500 MB..

Sungguh, 3 hari itu merupakan ujian berat..
Berat bukan hanya untukku, ternyata teman2 seperjuanganku juga banyak yang belum berhasil.
Dapat dihitung dengan jari, yang sudah bisa menginstall program tersebut.

Kesabaran benar - benar teruji.
Sedangkan waktu yang disediakan hanya...4 hari.
Subhanallah!

Alhamdulillah, mba Wenda bilang.. aq harus uninstall Visual Studio 2010, semuanya! 
Tanpa terkecuali
Okelah kalau begitu..saran mba Wen yang solutif ini aq terima..
Selang beberapa menit berlalu, akhirnya proses uninstall berhasil..
Lalu aq coba lagi install file tersebut.

Dan akhirnya..
Gag bisa juga.
*hiks...

Akhirnya aq pasrah saja.
Aq yakin, senjata yang harus aq keluarkan saat itu adalah DOA
Yupz, apalagi yang bisa aku lakukan?
Berdoa itu merupakan kekuatan yang besar bagi seorang mukmin, bukan?
*semoga kami termasuk dalam orang - orang mukmin..aamiin

Usai berdo'a..dan menyerahkan semuanya kepada Allah..
Diriku mulai menginstall lagi.
Kali ini dengan sangat hati - hati.
Bismillah, dan akhirnya...

Alhamdulillah berhasil!!!!!
Program Visual Studio For Windows Phone, berhasil terinstall..:)
Ya Allah, Engkau Maha Mendengar..
Aq sangat bahagia ketika itu..
Sepertinya perjuangan beberapa hari terakhir, sudah tak terasa letihnya.
Meskipun mata ini jarang terpejam..karena memandang progress download + install yang lama..

Ternyata, aq bertambah yakin akan ayat ini:
" Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan.” (Al Insyiroh: 5-6).

Alhamdulillah, yakinlah bahwa Allah senantiasa menyelipkan hikmah dalam setiap kejadian. Keep spirit ya sob! 
Semoga air mata yang tlah tumpah, akan berbuah kebahagiaan.
Meskipun hal kecil, tapi hikmah yang besar itu lebih berarti..

Allahu Akbar!!!