Bersama Kesulitan, Ada Kemudahan...



Bismillah..

Hampir 3 hari belakangan ini... laptop aku online terus.
Maklum, karena tuntutan tugas kuliah yang memeras bandwith modem aq (padahal unlimited juga..).
Tanpa disadari, data yang harus di download totalnya hampir 2GB dalam waktu 3 hari terakhir. 
Subhanallah..

Awalnya, aq sangsi apakah bisa modem imut ini menanggung kapasitas download seberat itu?
Alhamdulillah, atas izin Allah..akhirnya bisa juga meskipun menunggu 2x12 jam..:)

Kenapa 2x12 jam?
Begini ni ceritanye..
Awalnya, aq sudah berhasil mendownload file sebesar 730MB dalam waktu kurang lebih 12 jam.
Tapi ternyata...... data tersebut hilang, karena kesalahan dalam pilihan ketika mendownload.
*Astaghfirullah..mau nangis rasanya saat itu.
Sudah aq coba cari - cari data tsb, tapi karena memang tak tersimpan..apalah daya.
Itu kesalahanku..semestinya aq tak sekedar memilih lihat sebagai... 
seharusnya aq memilih pilihan simpan sebagai..

Yupz, meskipun hampir menangis bombay karena waktu semakin bergulir..
Akhirnya aku memutuskan untuk bangkit, dan mendownload ulang lagi.
Alhamdulillah banget, beberapa teman banyak yang membantu memberikan saran yang bermanfaat.
*Terimakasih ya, terutama buat mba Wenda..:)
Lanjut..
Nah, prosesi download yang kedua ini lebih manusiawi sepertinya..
Karena aq memulaimya dari jam 13.00 hingga dini hari..
intinya, aq masih bisa tidur nyenyak setelah itu..

Dan..
Saat aq memulai untuk menginstall file tersebut di pagi hari...
Astaghfirullah...ga bisa - bisa..pesan errornya, sungguh aq ga faham.. :(
Tanya kesana - kemari, akhirnya memutuskan untuk mendownload file yang berbeda.
Kali ini, kapasitasnya di atas 500 MB..

Sungguh, 3 hari itu merupakan ujian berat..
Berat bukan hanya untukku, ternyata teman2 seperjuanganku juga banyak yang belum berhasil.
Dapat dihitung dengan jari, yang sudah bisa menginstall program tersebut.

Kesabaran benar - benar teruji.
Sedangkan waktu yang disediakan hanya...4 hari.
Subhanallah!

Alhamdulillah, mba Wenda bilang.. aq harus uninstall Visual Studio 2010, semuanya! 
Tanpa terkecuali
Okelah kalau begitu..saran mba Wen yang solutif ini aq terima..
Selang beberapa menit berlalu, akhirnya proses uninstall berhasil..
Lalu aq coba lagi install file tersebut.

Dan akhirnya..
Gag bisa juga.
*hiks...

Akhirnya aq pasrah saja.
Aq yakin, senjata yang harus aq keluarkan saat itu adalah DOA
Yupz, apalagi yang bisa aku lakukan?
Berdoa itu merupakan kekuatan yang besar bagi seorang mukmin, bukan?
*semoga kami termasuk dalam orang - orang mukmin..aamiin

Usai berdo'a..dan menyerahkan semuanya kepada Allah..
Diriku mulai menginstall lagi.
Kali ini dengan sangat hati - hati.
Bismillah, dan akhirnya...

Alhamdulillah berhasil!!!!!
Program Visual Studio For Windows Phone, berhasil terinstall..:)
Ya Allah, Engkau Maha Mendengar..
Aq sangat bahagia ketika itu..
Sepertinya perjuangan beberapa hari terakhir, sudah tak terasa letihnya.
Meskipun mata ini jarang terpejam..karena memandang progress download + install yang lama..

Ternyata, aq bertambah yakin akan ayat ini:
" Sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan.” (Al Insyiroh: 5-6).

Alhamdulillah, yakinlah bahwa Allah senantiasa menyelipkan hikmah dalam setiap kejadian. Keep spirit ya sob! 
Semoga air mata yang tlah tumpah, akan berbuah kebahagiaan.
Meskipun hal kecil, tapi hikmah yang besar itu lebih berarti..

Allahu Akbar!!!

Mentoring Online..



Bismillah..

Baru beberapa menit yang lalu, aku kebingungan setelah diminta untuk mentoring online oleh adik kelas.
*Bingung, emang ada ya de?
Ya sudah lah, dicoba saja.
Ini adalah hak saudariku yang harus ku penuhi.

Mencoba mengingat – ingat kembali bacaan kemarin.
Yupz, Alhamdulillah ada yang diingat!
kemarin pas kk baca2 tulisan, ada yg bagus tuh de..
"kau gunakan untuk apa masa mudamu?"
disitu diceritakan bahwa, kaki anak adam (manusia) ga akan bergeser (beranjak) kecuali ditanya 4 perkara. salah satunya pertanyaan yg tadi..

kalau kita mencermati..kenapa yg ditanya masa muda?
kenapa ga masa tua? atau anak2?
dsana dijelaskan karena masa muda adalah masa2 produktif manusia..
godaannya banyak, karena masa2 ini adalah masa kejayaan..
sedang aktif2'y..sedang gaul2'y..sedang semangat2'y..
nah..semoga bisa diambil hikmahnya..

kadang kita lalai, merasa ajal masih lama hinggap di diri kita.
merasa 'panjang umur'
merasa sudah beramal banyak
terkadang, disibukkan oleh hal2 yg tdk bermanfaat.
kelak, ketika di yaumul hisab.
"penyesalan akan menggerogoti kita"
Rasa sesal yg luar biasa..karena menjadi insan biasa di dunia..

Semoga nasehat ini terimplementasi untuk diriku jua.
Aku tak ingin menjadi barisan kaburo maqtan. Naudzubillahi min dzaalik 

Hikmah hilangnya sapu..



Agak aneh memang, kenapa ngebahas sapu?
ga ada pembahasan yang lebih keren ya? :D

Yupz, semoga bisa diambil hikmahnya..
Hampir 2 hari berlalu, sapu di rumah kami hilang.
Ya Rabb, kemana ini sapu?
Apakah ada yang tertarik untuk mengambil sapu?
Astaghfirullah.
Entah, mungkin ada yang pinjam.

Hari pertama, aku bingung mencari sapu tsb.
Hingga adikku ikut pusing mencarinya.
"Ga ada mba ela, di luar juga ga ada" Kata Andri, adikku melaporkan.

Hari kedua. Siang harinya.
"Mama, ela dari kemarin ga lihat sapu..Mama tau ga dimana sapunya?"
Dan sekarang mama juga ikut bingung.
"Kemarin masih ada la.. mama cari dulu ya" Mama ikut mencari sapu itu.
Mama juga ikut menyerah mencari sapu tersebut.
Bahkan, sampai bertanya - tanya juga ke tetangga sekitar.

Selepas shalat maghrib, aku coba kembali mempertanyakan nasib si sapu.
Ya Allah...dimana sapu itu?
Tiba - tiba aku ingin melihat ke bawah kolong tempat tidur.
Mungkin ada di sini.
Ting!
Alhamdulillah, sapunya di sini. Gumam hatiku.
(Padahal aku sendiri yang lupa karena waktu itu sapunya dipakai untuk mengambil handphone di bawah kasur).

Ya Robbi...
Ini bukti, bahwa aku lemah.
Apalagi, tanpa bimbingan Mu.
Jadi malu sendiri.
Ternyata, hadits ini terbukti.
Rasulallah Saw bersabda: “manusia adalah tempatnya salah dan lupa”.

aku semakin yakin, Allah lah penunjuk jalanku.
Bahkan ketika sapu hilang, Allah pula yang menunjukkannya.
Allahu Akbar!!!
I'm so glad to be Yours, ya Allah...:)

Tamparan di Kereta Ekonomi



Masih ku ingat, ketika bersama angel pergi ke tanah abang.
Yupz, namanya juga mahasiswa. Hemat dikit, naik kereta ekonomi.
Dengan semangat membara, menerobos masuk agar bisa turut andil ke dalam.
Alhamdulillah, masih lumayan lowong.

Kita berada tak jauh dari pintu kereta.
aku dan angel tidak terlalu banyak cerita.
Kita hanya menyaksikan pemandangan di luar.

Semakin lama, ribut dan ricuh di dalam kereta.
Entah, apa yang dibicarakannya.
Kalau boleh diri ini menilai...
Hal yang dibicarakan tak ada manfaatnya.
Semua berisi gurauan, menggoda orang yang 'latah', saling menghujat, dan...

Astaghfirullah..menghela nafas panjang.
"Angel...kita agak menepi yuk, berisik di sini." aku sudah mulai gusar.
"Ok." Angel mengiyakan.

Saat itu, kereta sedang berhenti dan arus penumpang kembali meramaikan.
Sekelompok orang yang berteriak - teriak tidak jelas itu kembali ricuh.
Berisik.
Bagi AnKer (Anak Kereta), orang - orang tsb biasa disebut sebagai "Genk Gerbong".
Karena memang realitanya mereka membentuk kelompok dalam satu gerbong.

Ya Rabbi... gumamku.
Mencoba konsentrasi dan tidak mengindahkan lelucon dari orang - orang tsb.
Jarak aku pun sudah lumayan jauh.
Ternyata, salah seorang genk gerbong tadi menyenggol temannya hingga jatuh.
Yupz, itu disengaja. Supaya lucu.

Penumpang baru, seorang ibu - ibu.
Tepat sekali, berbicara di belakangku.
"Itu yang kayak gitu biasanya orang Islam tuh..
Omongannya ga dijaga. Kasar.
Kelakuannya juga...
Coba kalau kita lihat orang - orang **i***n, ga akan seperti itu.
Mereka lebih sopan." Ibu itu kesal dan curhat kepada temannya.
(kurang lebih seperti ini, intinya aja)

Aku tertampar!!!
Mau menangis hati ini tercabik - cabik.
Aku merasa tersudutkan.
Islam itu indah bu...(teriak aku dalam hati)
Jujur, aku pun tak bisa menyalahkan ibu itu.
Karena akupun merasa tidak nyaman juga dengan ulah mereka.
Tapi..ini masalahnya Islam yang disudutkan.
Astaghfirullah.
Hatiku panas. Kembali mengarahkan egoku.

Tertegun.
Meresapi hikmah di balik semua ini.
Aku harus bangkit!!!

Problema umat Islam saat ini.
Kehilangan jati dirinya sebagai Muslim tentunya.
Jauh dari keteladanan Rasulullah.
Atau...dakwah belum menyentuh mereka ya Allah?
Aku juga semakin merasa bersalah.
Belum bisa berbuat apa - apa di sana.

Kondisi yang jauh dari mereka, dan ibu itupun sudah beranjak dari belakangku.
Terdiam, meresapi pernyataan tadi.
Tamparan itu masih membekas di hati ini.
Tamparan yang membuatku menilai, bahwa Muslim saat ini benar - benar diuji.
Jangan pernah salahkan orang yang mengkritik kita.
Tapi... jadikanlah itu ajang intropeksi bagi tiap diri.
Muhasabah...

Bisa jadi, kebencian mereka disebabkan oleh ulah kita sendiri.
Jaga hati, jaga akhlaq, jaga niat, jaga agama ini dimanapun kita berada.
"Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu"



Pesona Si Rawit




Dulu..ketika masih kecil aku sangat benci dengan si pedas ini.
Aku pilah, aku pisahkan, dan tak akan ku makan.
Dia itu musuhku.
*itu dulu. :)

Sejak SMP..aku mulai bosan bertengkar dengan si pedas.
Aku penasaran melihat mama dan kakakku bisa makan begitu lahap dengannya.
Aneh, apa enaknya? Gumamku penasaran.

Dan akhirnya..
Aku coba sedikit untuk memakannya.
Lidahku terbakar!!!
Ternyata, seperti ini rasanya.

Lama kelamaan aku mencoba dalam jumlah yang lebih banyak.
Lidahku mulai bisa beradaptasi.
Waktu pun semakin berjalan...
Aku semakin jatuh cinta dibuatnya.

Si rawit dan Si merah itu berhasil mengambil seleraku.
Awass kau ya..
Pesona si rawit tak kunjung padam.

Alhamdulillah, sampai hari ini aku tak takut lagi dengan cabe.
Meskipun, dulu aku tak akur dengannya.
Tapi perlu diingatkan juga, kalau berlebihan sama saja mendzhalimi diri.
Alhamdulillah ya Allah.
Itu nikmat dari Mu.

Cabe, itu adalah bagian dari nikmatNya yang harus disyukuri.
Terimakasih ya Allah.
Karena Engkau, aku jadi belajar agar tak mencela makanan...:)

Aku Cemburu



Teringat ketika aku masih seumur jagung di PNJ.
Kalau ga salah, saat semester 2 kejadiannya.
Maaf sebelumnya, sama sekali tidak ingin membuka aib saudara seiman.
Hanya ingin menebar hikmah :)

Ketika itu, tidak seperti biasanya aku pulang kuliah naik angkot.
Lagi malas naik kereta. 
Sesak & penuh penumpang.

Aku sangat suka berjalan sore.
Udara yang ramah dan mulai mengalami pendinginan.
Senandung kecil akan lagu nasyid seperti biasa tak terlewatkan..
Meskipun sendiri, kadang aku tak merasa sepi.

Jalan - jalan sore.
Indah.
Bahagia.
Ingin rasanya melepas penat usai kuliah.

Tiba - tiba....
Ada sosok wanita yang ku kenal.
*Mulai searching memory...
Siapa ya?
Kembali memutar otak.

Aku tak kenal namanya.
Tapi aku tau ia itu kakak kelasku.
Hmm...koq ada yang aneh ya?
Ternyata, kakak itu ga sendirian.

*mikir
Koq di sampingnya laki - laki ya?
Astaghfirullah, mereka berdua aja.
Ah, masa?
Ga boleh su'udzhon sheil...
(Hati mulai bergejolak)

Dan...pas ikhwannya nengok.
Aaaaaaargh aku kenal kakak itu.
Kenal banget.
*sedih, kalut.
(Sheil..tenang ya..kamu harus posthink)

Entah, dengan langkah ringan.
Mencoba menawarkan wajah tenang.
Tak panik.
Meskipun hati menjerit.

Mencoba untuk koreksi mata ini.
Perlahan tapi pasti aku dekati mereka.
Aku sapa.
"Assalamu'alaikum ka..."
"Eh, kamu de...kirain siapa? Kamu lagi apa di sini?"
Aku jawab, "Kan, rumah aku di Citayam ka..mau pulang, naik angkot"
"Kakak lagi apa di sini?" Tanya aku poloss & spontan.
Kakak cantik ini mulai bingung menjawab.
"Emm...mau jalan - jalan dek.."
"Kakak, aku duluan yaa..Assalamu'alaikum.." Balas aku mengakhiri.
"Wa'alaikumussalam.." Jawab kakak itu tertunduk.

Aku berjalan cepat sekali.
Hatiku berkecamuk.
Ikhwan itu, kakak kelas aku juga.
Aku sedih.

Tubuhku gemetar.
Kaki ku lemas.
Tak percaya atas kejadian tadi.
Mau nangissss (pekik ku dalam hati)

Dengan langkah bak mau ambil gaji, aku cari - cari angkot 05.
Pikirku, yang penting duduk dulu.
Supaya diri ini lebih tenang.
Kalut, hati ku kalut.

Aku cemburu ya Allah...
Bukan cemburu iri melihat mereka berdua. Atau karena aku juga suka ikhwan itu.
BUKAN, sama sekali bukan.
Cemburu, karena Allah.
Cemburu melihat mereka yang aku anggap adalah teladanku.
Aku cemburu, karena tidak sepatutnya seperti itu.

Aku baru ingat akan hadits ini:
“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang mukmin itu (juga) cemburu. Dan kecemburuan Allah itu adalah apabila seorang mukmin melakukan apa yang Allah haramkan atasnya.” 
(HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)

Aku hanya tertunduk di angkot.
Memutar - mutar telepon genggam bututku.
*Akhirnya..aku putuskan untuk tabayun dengan salah seorang akhwat yang 1 kelas dengan ikhwan tadi.
Kakak..aku mau tanya.
Sebenarnya, ada apa dengan kakak ini?
'Afwan ka, aku lancang.
Memangnya, mereka sudah menikah ya?
Aku kirim sms itu.
Dan...aku mendapatkan jawabannya.

Ternyata...mereka memang memilih seperti itu.
'Afwan ya de, kami belum bisa menjaga teman seangkatan kami..
Kamu ambil hikmahnya aja dan keep it.

Sontak aku menangis.
Pilu hatiku.
Sampai terlupa, bahwa di angkot aku tak sendiri.
Ya Rabbi, bolehkah aku bertanya.
Mengapa aku yang melihat semua ini?
*Dan sekarang..aku sudah tau jawabannya.

Aku tak merasa diri ini suci.
Lepas dari dosa.
TIDAK!
Bukan itu maksudku.
Aku hanya ingin mereguk hikmah yang terserak.

Jangan sampai, kita dikalahkan oleh hawa nafsu.
Jangan sampai, dunia itu merajai hati ini.
Jangan sampai, aku lupa kalau Allah selalu beserta diri ini.
Jangan sampai, aku jatuh ke lubang yang sama.

Ya Rabbi, hanya engkau yang mampu menolongku.
Hanya Engkau.
Semoga Engkau memberikan yang terbaik untuk kakak - kakakku itu.
Hanya Engkau Yang mampu ya Allah..

"Ya Allah, Yang Maha Membolak - balikkan hati..
Tetapkanlah hati ini dalam agama Mu."