Kontemplasi


Bergegas, mencari bekal untuk perjalanan panjang.
Terkadang, kaki ini terkilir atau bahkan terluka hingga berdarah.
Namun, perjuangan tetaplah perjuangan.
Kisah ini belumlah berakhir hingga Sang Pemilik berkehendak.
Entahlah.. dimana posisi kita kelak?
Terkadang, cita-cita mulia kita untuk membersamai mereka, para pahlawan cintaNya.
Sungguh manis, namun terasa sangat jauh untuk digapai.

Terpaku pada dimensi ini.
Yah.. aku, kita dan kamu sekarang masih dalam satu dimensi.
Tapi tak jarang, kita mengunjungi dimensi lain dalam do’a dan kerinduan
Rindu bersama mereka, para shalihin dalam tiap episodenya.
Rindu yang mengalirkan energi kebaikan.

Mari kita ubah air mata penyesalan ini dengan istighfar, harapan, semangat perubahan dan tawakal.
Semoga Sang Maha Penyayang meridhoi tiap langkah – langkah kita.
Insya Allah, kelak kita kan beralaskan za’faran, beraroma misik, dan berhiaskan sungai-sungai  yang dijanjikanNya.

Itulah buah cinta yang sesungguhnya.


Bandung, 7 Maret 2013 22:37 WIB