Kerinduan yang Menembus Dimensi Waktu


Aku pernah merasakan kerinduan yang dibalut dengan rasa harap dan cemas
Aku berharap, agar dapat bersama mereka(para Shalihin di tiap zaman) di jannahNya kelak..
Dan aku cemas, akankah aku bisa mencapai prestasi setinggi itu?
Bersama dengan mereka yang berjuang atas nama Allah.
Mereka yang ikhlas, dan mengajarkanku arti keikhlasan.
Mereka yang mengajarkanku arti perjuangan dan syahid..
Mereka yang teguh memegang diin ini dengan segenap energi yang mereka punya..



Lantas, di titik ini aku berfikir..sampai kapankah aku hanya menjadi penonton mereka?
Sampai kapan detik ini aku tunggangi dengan keterlambatan aksi nyata?
Sampai kapankah aku hanya ingin dan ingin mencontohkan apa yang pernah mereka gapai…
Rasa ingin yang absen dari amal perbuatan..astaghfirullah

Hemm…
Aku mulai menampar diri ini dengan kata-kata ku sendiri..
Aku tak ingin terpaku hanya pada titik ini
Titik yang belum pasti keputusanNya berpihak pada surga.. Atau…naudzubillah (neraka)

Aku tak ingin sisa hidupku ini hanya diisi oleh permainan dunia
Aku  senang..
Tapi di belahan bumi yang lain, saudaraku se-iman sedang meregang sakratul maut di medan jihad.
Kemanakah jiwaku berada?
Ada apa dengan diriku?

Aku mulai menyadari ..
Kehadiranku di ranah dunia ini tak untuk sekedar menikmati kulitnya yang semu
Aku tak ingin berada di barisan penyesal hebat kelak!
Aku tak ingin Rasulullah berpaling ketika di yaumul mahsyar nanti.
Dan aku tak ingin.. Zat yang paling aku cintai enggan menatapku di hari akhir kelak..

Tangisku selama ini taklah sebanding dengan lautan ni'mat yang telah dianugerahkanNya..
Alam yang DIA persembahkan untukku… bisa jadi, aku dzalimi karena ketidakpahamanku.
Seringkali hujan pun, dihujat dengan alasan duniawi.
Itulah, insan yang tak paham akan esensi nikmat yang perlu dibaca dengan keimanan yang menjulang

Aku ingin sekali menggapai langit dengan ridhoNya..
Mempersembahkan keindahan dalam beramal dengan totalitas amal tanpa bumbu riya' atau sombong sedikitpun..
Aku tak ingin berwajah hitam ketika di yaumul akhir kelak
Aku ingin bersama Allah yang aku cintai dengan sepenuh jiwa & raga.
Tanpa dusta sedikitpun.
Semoga Allah memudahkan aku dan kita semua dalam menggapai cinta terbaik kepadaNya

Sheilla Rizkia Ferianty
Bandung, 6 April 2012

Posting Komentar