Tafsir Al Kahfi 94-98

Oleh: Ust. Agus Salim, Lc

Kisah Zulqarnain
Penguasa yang mensukseskan da'wahnya. Kekuatan dan kebenaran menjadi satu.
Al quwwah wal haqq ibarat saudara kembar. Kebenaran tanpa kebenaran maka diabaikan. Kekuatan tanpa kebenaran maka dzalim.
Objek da'wah pada kisah Zulqarnain merupakan kaum yang terdzalimi.

Al Kahfi ayat 94, rakyat zulqarnain mengadukan tentang kekejaman yakjuj dan ma'juj.



Kunci kesuksesan Zulqarnain.
1. Respek terhadap keluhan dan keadaan sekitar. Segera mejawab dengan amal (94). Talkless and more action :)
2. Ikhlas, tanpa pamrih. Apa yang di sisi Allah jauh lebih baik daripada apa yang di tangan manusia (95).
3. Quwwatul irodah / kuatnya tekad dan keinginan untuk membuat perbaikan dan perubahan serta mencegah kerusakan (95-96).
4. Melibatkan seluruh elemen dan kekuatan serta potensi yang ada, tidak kerja sendirian. Seluruh potensi yang ada dilibatkan.

Sinergi/Amal Jama'i.
- Kesuksesan terwujud atas seizin Allah (97).
- Mengembalikan keberhasilan kepada Allah SWT (98). Lihat QS. Al Hajj: 77

Merebut Kemenangan
- Sebagai alat evaluasi kinerja da'wah
- Agama dan kekuasaan tak bisa dipisahkan. Islam syumul.

Obsesi
- Obsesi yang kuat ibarat bunga yang tetap tumbuh meskipun sekitarnya adalah es yang beku. (QS. 28: 10-13)
- Sukses dunia dan akhirat. Ingatlah, bahwa da'wah tidak pernah kalah. Ada 2 kebaikan, yakni hidup mulia atau mati syahid. Apapun hasilnya, Allah akan memberikan ganjaran yang terbaik.

Realita.
Hidup = Kompetisi.
Kompetisi dengan nafsu (syaithon maupun manusia).
- Ahsanu 'amala (Al-Mulk: 2)
- Manusia memiliki 2 potensi, yakni fasiq dan taqwa. (Asy-syams: 8)

Memperbanyak khoyrul bariyyah. Agar syarrul bariyyah berkurang.
- Jangan berleha-leha (QS. Annisa: 76)
Kuncinya? Bergeraklah. Jangan mau kalah dengan syaithon.

How to success?
1. Memantapkan keyakinan.
Yakin, akan janji Allah. Optimis. Yakinlah islam pasti menang. Jangan terpengaruh dengan keadaan sekitar. Optimis menjemput kemenangan. Coba memantaskan diri saja.
a. Yakin akan kuasa Allah.
Syaja'ah, memaksimalkan keberanian. Cukuplah Allah bagi kita.
b. Yakin pada ancaman Allah.
Waspada, jaga hati. Jangan kecewa.
c. Yakin pada manhaj Allah.
"Istiqomah"

2. Kokohkan Kebersamaan.
Rapikan barisan, agar hati-hati kita tidak bengkok satu sama lain. Barisan harus solid.

3. Luaskan Basis Massa.
Ring 1, Assabiqunal awwalun
Ring 2, Kaum yang baru masuk Islam
Ring 3, Munafiquun
Ring 4, Non Islam [Piagam Madinah]

Desain masyarakat.
a. Menjaga kemaslahatan sosial
b. Partisipasi dalam menyelesaikan problem sosial.

4. Bersiap Siaga.
(QS. Annisa: 71) dan (QS. Annisa: 102)
Bisa jadi, posisi kita adalah sasaran tembak yang bisa meruntuhkan kekuatan Islam.

5. Selalu memohon pertolongan Allah.
Mengundang keberkahan dengan cara itqonul 'amal (profesional).
- Planning dan preparing yang rapi
- Manajemen yang terorganisir
- Kerja sebaik  mungkin
- Evaluasi detail dan menyeluruh.

Sungguh kerugian besar, jika kita tidak punya kontribusi bagi kejayaan Islam.


Posting Komentar