Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kontemplasi

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk

Gambar
Bismillahirrohmaanirrohiim... sumber gambar: Al-Fatih Studios Kalimat ta'awudz begitu sering diucapkan. Dan pertanyaannya, apakah sering jua diingkari? Semoga tidak, Diri ini hanya ingin membuka ruang muhasabah bagi diri sendiri, maupun bagi saudara/i seiman.. Yuk, muhasabah… aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk. Namun dengan sengaja meninggalkan shalat… engkau kemanakan Allah dan RasulNya? aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk. Tapi masih asyik mendekati zina? (Al-Isra': 32) aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk. Realnya, hobi menghujat saudara sendiri… aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk. Namun merasa nikmat ketika menenggak minuman keras… aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk. Namun dengan tenang memutuskan tali silaturrahim dengan saudara se-iman… aku berlindung kepada Allah dari godaan syait...

Jangan kau lihat kulit luarnya..

Gambar
Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Jika kuningnya buah berarti pertanda telah matang, dan gelapnya langit adalah hujan. Namun, dalam sisi lain manusia.. penilaian kulit luar tak selamanya membuahkan hasil presisi. Terkadang meleset, namun penuh hikmah di dalamnya. Itulah keunikan manusia. Tak mampu kita menilai dari sekejap pertemuan saja. Semoga Allah mengampuni kita dari lintasan prasangka yang tak baik. Entah, ketika praduga tak bersalah kita tancapkan di sembarang kesempatan. Astaghfirullah.. Yuk, kita belajar berprasangka baik. Waspada boleh, tapi jangan sampai melahirkan prasangka buruk di hati ini.

Kerinduan yang Menembus Dimensi Waktu

Gambar
Aku pernah merasakan kerinduan yang dibalut dengan rasa harap dan cemas Aku berharap, agar dapat bersama mereka(para Shalihin di tiap zaman) di jannahNya kelak.. Dan aku cemas, akankah aku bisa mencapai prestasi setinggi itu? Bersama dengan mereka yang berjuang atas nama Allah. Mereka yang ikhlas, dan mengajarkanku arti keikhlasan. Mereka yang mengajarkanku arti perjuangan dan syahid.. Mereka yang teguh memegang diin ini dengan segenap energi yang mereka punya.. Lantas, di titik ini aku berfikir..sampai kapankah aku hanya menjadi penonton mereka? Sampai kapan detik ini aku tunggangi dengan keterlambatan aksi nyata? Sampai kapankah aku hanya ingin dan ingin mencontohkan apa yang pernah mereka gapai… Rasa ingin yang absen dari amal perbuatan..astaghfirullah Hemm… Aku mulai menampar diri ini dengan kata-kata ku sendiri.. Aku tak ingin terpaku hanya pada titik ini Titik yang belum pasti keputusanNya berpihak pada surga.. Atau…naudzubillah (neraka) ...