Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Allah Maha Lembut.. ^^

Gambar
Alhamdulillah, ahad kemarin dapat tausiyah dari salah seorang saudari yang menginspirasi. Nasihatnya adalah tentang salah satu asma'ul husna. Al - Lathif.. Al - Lathif, Allah Maha Lembut. Dengan kelembutanNya, terkadang kita tak merasakan nikmatNya yang senantiasa hinggap di diri ini.. Ketika Allah menyapa kita dengan hujan rintik - rintik, menyejukkan raga dan jiwa..itulah bukti, bukti kelembutan Allah.. Ketika Allah menyiapkan padi yang panen di sebuah tempat nun jauh di sana.. Kemudian atas izinNya, kita dapat menikmati nasi yang ternyata telah diproses sedemikian lama, untuk sampai ke piring kita. Ya Lathiif.. Ketika Allah memberikan kita pakaian yang melekat pada raga ini. Dengan kelembutanNya, kita kembali tak peka akan nikmatNya. Tentu saja, pakaian itu tak langsung ada di depan mata kita.. Perlu proses, dari menanam pohon kapas, kemudian proses pengambilannya, proses pengolahan kapas menjadi kain, kemudian dari kain menjadi baju.. Subhanallah, Allahu yaa La...

Bangga?

Gambar
Ya Allah, cukuplah menjadi kebanggaan bagiku, Engkau adalah Rabb-ku. Dan cukuplah menjadi kemuliaan bagiku, aku adalah hamba-Mu.. Ya Allah, Engkau sebagaimana yang aku inginkan, Maka jadikan aku sebagaimana yang Engkau inginkan.. -Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu- Subhanallah, masihkah kamu bangga dengan hal yang fana? Bangga, punya BB? Mobil mewah? Otak cerdas? atau...bla bla bla.. Astaghfirullah.. Ukuran bangga bagi seorang Muslim sejatinya bukanlah materi. Tapi kebanggaan yang tiada tara bagi seorang muslim adalah..ketika ia menyadari posisinya sebagai hamba Allah. Ya.. bangga karena Allah adalah Rabbnya..  Trus, kenapa harus bangga jadi seorang Muslim...? Bangga, dan bersyukur karena Allah tlah menggariskan kita untuk merengkuh nikmat Islam dan Iman. Peganglah erat - erat nikmat itu! Karena tidak seluruhnya memiliki nikmat yang kau genggam saat ini.. Jangan sampai, kita berbangga diri saat KTP kita menyatakan Islam. Tapi berbangga-...

Surat untuk pengemban da'wah

Gambar
Teruntuk, engkau adikku. Di jalan da'wah. Da'wah adalah nafas.. Lantas, apakah kita bisa menghentikan nafas ini? Apakah kita sanggup menatap dunia ini gersang dari siraman iman? Ataukah dingin. tanpa penghayatan? Na'udzubillah. Jika kita, hadir dan dihadirkan oleh Allah menjadi salah satu pejuang da'wah.. Apakah kita sanggup untuk menolaknya wahai adikku tercinta? Apakah diri ini sanggup menjawab pertanyaan di hadapan munkar dan nakir nanti? Tanggungjawab kita.. sebagai khalifah di bumi. BERAT. namun ada Allah dan RasulNya Amanah ini, sebagai penyambung da'wah Rasulullah dan para nabi terdahulu.. BERAT. namun ada Allah dan RasulNya . Sebelum ajal menjelang.. Sebelum kita menyesal.. Sebelum ruh ini brpisah dari raga. Bismillah..kita tunaikan amanah dengan sebaik baiknya.. karena Allah, semua akan menjadi indah. karena Allah, semua akan menjadi berkah. karena Allah, semua akan menjadi jannah. Begitu indahnya ...

Jangan cepat berpuas diri..

Gambar
Bismillah.. Terus bergerak, meskipun bahan bakar kini kian menipis.. Tapi langkah seorang pejuang tak boleh terhenti sampai di sini. Harus memperbaiki diri, meskipun tabiat iman memang fluktuatif. "Maka..nikmat Rabbmu manakah yang kau dustakan?" (Ar - Rahman) Begitu banyak masa yang disiakan. Begitu sering, diri hina ini merasa berpuas diri. Entah, karat apa yang hinggap di sini. Padahal, kunci orang sukses akhirat tak pernah berpuas diri akan ibadahnya. Seperti Rasulullah saw dan sahabat yang senantiasa totalitas dalam ibadah dan da'wah. Tak pernah merasa 'ke-PD-an' hingga berleha - leha dalam amal ibadah. Astaghfirullah.. Posisiku, tak ada apa - apanya dibandingkan mereka. Namun perjuanganku tak se-gigih mereka. Tak sedikitpun. Hari ini mulailah berkaca, wahai jiwa.. Mau engkau gunakan untuk apa masa muda ini? Manfaatkanlah! Karena ia bagai kuda yang berlari cepat. Meninggalkan ruang dan waktu. Hanya cintamu kepada Allah 'azza ...

Sifat ujub..

Gambar
Bismillah.. Sedikit review mengenai buku Tazkiyatun Nafs, pembahasan mengenai Ujub (Membanggakan Diri). Ya Allah..mau nangis teruss kalau baca bab yang ini.. #periksaDiri Rasulullah saw bersabda, "Apabila kamu berjumpa dengan seseorang yang memperturutkan sifat pelit, mengumbar hawa nafsu, mengutamakan dunia, dan selalu 'membanggakan pendapatnya sendiri', maka selamatkan dirimu" (at-Tirmidzi) Rasulullah saw. menasehati orang yang terjangkit penyakit ujub untuk melakukan uzlah (menyendiri), sedangkan dalam tiap kesempatan beliau selalu menganjurkan umat untuk berjama'ah. Nah, ternyata uzlah merupakan salah satu terapi pengobatannya.. Ibnu Athaillah as-Sakandari berkata mengenai sifat merasa cepat puas, "Asal segala maksiat adalah kelalaian dan cepat merasa puas atas apa yang dilakukan. Asal segala ketaatan adalah tidak lalai dan tidak merasa cepat puas atas apa yang dilakukan. Ilmu apakah yang membuat seorang alim itu merasa puas sehingga ia ta...

Nikmati saja prosesnya ^^

Gambar
Ketika melingkar ahad lalu.. Ummi membahas mengenai menikmati proses. Proses hidup yang begitu panjang, kadang menuai ujian dan bumbu kehidupan yang beragam. Orientasi hasil memang dibolehkan, namun tak dijadikan pembenaran jika prosesnya tak sesuai perintahNya. Jangan jadi hamba oportunis! #upss.. Ada sebagian orang yang mudah stress, ketika cita - cita atau harapannya tak mampu ia gapai. Kenapa? karena orientasi hasil yang berlebihan. Padahal, hasil itu adalah kehendak Allah. Hak prerogatif Allah saja. Dan sebagai seorang hamba, tugas kita adalah berusaha dan berharap mendapatkan yang terbaik. Nah, sebelum itupun bab yang ini juga harus selalu mengiringi sampai final apapun prosesnya. Apa sich? Yaa apalagi kalau bukan "Niat yang lurus, mengharap ridho Allah Yang Maha Segalanya.." Selain itu, proses yang kita jalani ini tak untuk dilewati begitu saja. Pentas ini.. adalah pentas kesungguhan iman dan islam kita. Sampai dimanakah tingkat kesabaran seorang insan dalam ...

Ya Rabb, Engkau-lah yang mengajarkanku

Gambar
Bismillah... Ya Allah jadikanlah air mataku hanyalah untuk Mu.. Bahagiaku hanya untuk Mu.. Cintaku hanya untuk Mu.. Shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Mu.. Ya Allah..sungguh, hambamu ini adalah insan yang mudah lupa. Padahal dalam tiap shalat, hamba senantiasa mengucap janji setia padaMu. Namun.. kekhilafan terus membayangi tiap desah nafas. Nampaknya, syaithon tak pernah rela melihat kami sujud padaMu. Ya Rabbi.. perlindungan hanya milikMu Yang Maha Menyaksikan setiap saat hanyalah Engkau. Bahkan, di kala tak ada yang ingin mendengar keluh kesahku. Itulah saatnya.. dan mestinya sedari dulu.. aku kembali menunduk menangis menghadapMu. Dan, sekali lagi. Engkau selalu setia setiap saat. Sungguh, hanya Engkau Yang Maha Suci.. namun, kau mengajarkanku arti ke-tawadhu-an. Subhanallah, Sang Maha Suci yang senantiasa menerima ampunan lumuran dosa hamba - hambaNya. Allah.. Kau lah Kekasih sejati yang sesungguhnya. :') Di saat yang lain ogah meneman...

Jangan hanya mengutuk gelap!

Gambar
Bismillah.. Membaca karya Ustadz Salim A. Fillah, "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" memberikan torehan tersendiri. Mengapa? Sungguh, tak kan mampu ku paparkan seluruhnya. Mungkin ini hanya refleksi sebagian kecil dari keseluruhan itu. Menjadi Muslim, adalah menjadi kain putih.. lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan. keceriaan, dan cinta bagi semesta alam. Manis, bukan? Dari buku ini, aku belajar memaknai amanah sebagai seorang Muslim. Yah, penuh perjuangan. Memang, nikmat ini yang sering dilupakan..abstain dari pikiran seorang muslim. Nikmat Islam. Semoga, tak kan melupakan nikmat agung ini.. aamiin. Muslim, tak sekedar syahadat-shalat-puasa-zakat-haji.. namun, jauh lebih dalam lagi jika cita-cita seorang Muslim adalah Kaaffah! Biarkanlah, para musyrikin menghendaki kesenangan duniawi. Biarkanlah. Janganlah kita jadi follower mereka. Kita, adalah generasi mulia dengan kebanggaan tiada tara menjadi hamba Allah. Apalagi yang kita banggakan selain me...