Jangan hanya mengutuk gelap!

Bismillah..
Membaca karya Ustadz Salim A. Fillah, "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" memberikan torehan tersendiri. Mengapa? Sungguh, tak kan mampu ku paparkan seluruhnya. Mungkin ini hanya refleksi sebagian kecil dari keseluruhan itu.

Menjadi Muslim, adalah menjadi kain putih.. lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan. keceriaan, dan cinta bagi semesta alam. Manis, bukan?
Dari buku ini, aku belajar memaknai amanah sebagai seorang Muslim. Yah, penuh perjuangan. Memang, nikmat ini yang sering dilupakan..abstain dari pikiran seorang muslim. Nikmat Islam. Semoga, tak kan melupakan nikmat agung ini.. aamiin.

Muslim, tak sekedar syahadat-shalat-puasa-zakat-haji.. namun, jauh lebih dalam lagi jika cita-cita seorang Muslim adalah Kaaffah!
Biarkanlah, para musyrikin menghendaki kesenangan duniawi. Biarkanlah. Janganlah kita jadi follower mereka. Kita, adalah generasi mulia dengan kebanggaan tiada tara menjadi hamba Allah. Apalagi yang kita banggakan selain menjadi hamba Allah Yang Maha Besar?

Namun kebanggaan tak berujung kesombongan yang menjerumuskan. Saksikan, bahwa aku seorang muslim adalah bukti bahwa kita sedang berjuang mati - matian menjadi hambaNya yang sungguh - sungguh beriman kepada Nya.

Wahai saudara/i ku.. mungkin kita pernah bertanya dalam hati. Mengapa sampai hari ini gaung kebenaran tak setinggi perang Badar pada zaman Rasulullah? Mengapa, saat ini terkesan kebathilan yang suaranya lebih mendominasi? Mengapa? Mengapa?

Karena suara - suara kebenaran hanya berdiam di masjid - masjid, dan suara kebenaran hanya bergaung di mihrab - mihrab. Belum mencuat ke permukaan seperti laiknya kebathilan pada hari ini. Bergaung di seantero istana pemimpin, sekolah, kampus, pasar, televisi, internet, dan lainnya. Astaghfirullah..


Lalu, dikemanakan suara kebenaran itu? Jangan sampai, kita baru bersuara ketika kebathilan telah bekerja. Don't be late.. kebenaran harus disuarakan dengan kobaran semangat menggelora, yang apik dan penuh kharisma. Ya Rabbi.. sungguh hamba tak ingin hanya sekedar menuliskan ini.

Minimalnya, mari kita muhasabah sejenak. Jangan sampai kita hanya mengutuk gelap. Sedih, melihat kondisi ummat saat ini. Tidak!!! Adalah karakter seorang Muslim yang tak hanya mengutuk gelap, dan segera menyalakan lilin.

Kembali ke muhasabah.. coba teliti lagi hidup kita.
Sudahkah kita menyuarakan kebenaran dengan gigih?
Sudahkah kita benahi frekuensi halaqah?
Sudahkah kita mengisi mentoring /  halaqah dengan istiqomah?
Sudahkah kita 'nyemplung' di jalan dakwah sampai dengan iman?
Sudahkah kita membuang jauh - jauh masa lalu yang penuh dengan maksiat?
Jika belum, bagaimana suara Islam mau ditegakkan?. Lah wong pemeluknya saja ogah menyuarakan firman Rabbnya dan hadits RasulNya?

Dan sekali lagi, aku bertanya dalam hati: Kemanakah janji itu? Janji ketika kita berucap:
"sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah Rabb seluruh alam.."

Dan kini, akupun harus muhasabah. Mohon maaf atas sgala khilaf.

-Semoga Bermanfaat!-


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Buka Jilbabmu Sampai Engkau Baca Basmalah

dari Allah, untuk perbaikanku

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk