Postingan

Menampilkan postingan dengan label My Love

Ramen by Request

Gambar
Bismillah.. Alhamdulillah ya Rabb, bahagianya bersanding dengan suami yang baik sekali. Alhamdulillah bi ni'matillah. Sudah beberapa hari yang lalu aku ingin sekali menyantap ramen dengan suami tercinta. Ahad lalu, tepatnya tanggal 23 Februari 2014 suamiku mengajakku untuk mengunjungi kampusnya di Bogor. Akupun ikut serta larut dalam kegiatan musyawarah akbar di sana. Ternyata suamiku berupaya mencari rekomendasi tempat makan ramen yang enak di sekitaran kampus. Ah, teh reni sampai repot-repot bertanya ke beberapa akhwat untuk mendapatkan info tempat makan ramen yang enak di sana. Alhamdulillah ada satu akhwat yang bernama Khoda, yang memberikan beberapa informasi yang oke.. Alhamdulillah.. Ba'da ashar, aku dan suami menelusuri jalan dengan si revo untuk hunting ramen. Alhamdulillah ketemu juga lokasinya. Sebelum pesan, seperti biasa aku menanyakan status kehalalan makanan ini kepada salah satu pelayan di sana. Alhamdulillah halal. Suamiku pesan ramen yang pedasnya level ...

dari Allah, untuk perbaikanku

Gambar
Bismillah.. Segala puji hanya bagi Allah, yang melimpahkan nikmat tiada tara dan tak terhingga. Usiaku saat ini 23 tahun, sejak 22 Februari 2014 lalu. 23 tahun yang akan dan memang harus aku pertanggungjawabkan di hadapan Allah kelak. Aku bersyukur sekali menjadi bagian dari kaum muslimin. Allah menggariskan aku menjadi muslim adalah anugerah yang tak terhingga nilainya. Namun, ada yang mengganjal di dalam hatiku saat ini. Aku belum serius dalam melakukan perbaikan dalam tiap detik yang dititipkanNya. Aku masih lalai. Belum mampu mengatur diri ini dengan bijak. Aku tau bahwa dunia ini hanya sementara. Aku ingin bangkit ya Rabb. Aku harus lebih bermanfaat dari hari yang lalu. Aku ingin menjadi hambaMu yang shalih dan kembali dalam keadaan Qolbun salim. Aku ingin begiini, aku ingin begitu.. banyak sekali. Aku berharap semoga tulisan ini menjadi penyemangat diri dan saksi upaya perbaikan diri ini. Aku ingin bangkit ya Rabb. Menurutku, aku belum berbuat apa-apa untuk Islam. Namun,...

Dari Kakak menjadi Abi..

Gambar
Bismillah.. Ini adalah yang kedua kalinya upayaku untuk mengubah panggilanku kepada suami tercinta. Lima bulan pernikahan kami berlangsung, aku tak pernah berhasil mengubah panggilan dari Kakak menjadi Aa (panggilan kakak untuk orang sunda). Entah mengapa, mengubah habits yang satu ini begitu sulit dirasa. Aku pernah mencoba memanggil Aa dengan bahasa tulisan ketika di WhatsApp atau SMS. Namun akhirnya kembali lagi ke kebiasaan semula. :D Alhamdulillah sejak kurang lebih sebulan yang lalu.. suamiku bilang begini: "De.. mulai saat ini kita pantaskan diri jadi Abi dan Ummi. Nah..ummi panggil kakak Abi yaa.. nanti ka panggil de ummi.. Oke?" Aku jawab.. "Iya kak..In syaa Allah." Alhamdulillah sejak itu pelan-pelan aku mencoba memanggil suamiku dengan panggilan sayang Abi. Intinya, perubahan kali ini terasa lebih mudah dibandingkan yang lalu. Dan aku menyimpulkan.... bahwa sesuatu perubahan akan mudah dijalankan ketika kita memaknai perubahan tersebut untuk men...