Sifat ujub..
Bismillah..
Sedikit review mengenai buku Tazkiyatun Nafs, pembahasan mengenai Ujub (Membanggakan Diri).
Ya Allah..mau nangis teruss kalau baca bab yang ini.. #periksaDiri
Rasulullah saw bersabda, "Apabila kamu berjumpa dengan seseorang yang memperturutkan sifat pelit, mengumbar hawa nafsu, mengutamakan dunia, dan selalu 'membanggakan pendapatnya sendiri', maka selamatkan dirimu" (at-Tirmidzi)
Rasulullah saw. menasehati orang yang terjangkit penyakit ujub untuk melakukan uzlah (menyendiri), sedangkan dalam tiap kesempatan beliau selalu menganjurkan umat untuk berjama'ah. Nah, ternyata uzlah merupakan salah satu terapi pengobatannya..
Ibnu Athaillah as-Sakandari berkata mengenai sifat merasa cepat puas,
"Asal segala maksiat adalah kelalaian dan cepat merasa puas atas apa yang dilakukan. Asal segala ketaatan adalah tidak lalai dan tidak merasa cepat puas atas apa yang dilakukan. Ilmu apakah yang membuat seorang alim itu merasa puas sehingga ia tak mau belajar lagi, dan kebodohan apakah bagi orang yang bodoh sehingga dirinya tidak merasa puas?" #jlebb banget buat aq :'(
Di sini terdapat tips untuk melawan penyakit ujub, salah satunya adalah dengan sifat tenang ketika musyawarah. Orang yang selalu mengikuti hawa nafsu dapat diobati dengan mengikuti rambu - rambu Al-Qur'an (ini nih yang dimaksud bahwa Al-Qur'an adalah asy-syifa'...).
For your information..ternyata, ujub dengan sombong (kibr) itu beda lhoo.. jadi, kalo ujub itu sifat membanggakan diri tanpa ada pembanding. Contohnya seperti seseorang yang ujub dengan ibadah shalat tahajudnya, maka ia tidak perlu melihat ibadah tahajud orang lain.. jadi ibaratnya 'ngerasa istimewa sendiri'. Beda dengan sombong, kalo sombong itu memerlukan orang lain (mutakabbir alaih) untuk membandingkan dirinya, seperti sombong dengan ilmunya karena ia melihat keilmuan orang lain di bawahnya, lalu timbul kepuasan dari hatinya. Merasa lebih dari yang lain..dan meremehkan mereka. #horor nih ujub!
Ayo, readers..kita sama - sama berdo'a kepada Allah Azza wa jalla agar terhindar dan dibersihkan dari penyakit hati ini (ujub dan sombong). Supaya kita tak termasuk dalam hadits ini:
Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah masuk surga seseorang yang di hatinya terdapat kesombongan sebesar buah dzarrah" (HR. Bukhari)
Mau nangis? boleh.. yuk, kita sama-sama mengobati diri :)
Ini ada ayat yang menyentuh sekali..
Allah SWT berfirman, "Maka apabila orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk, lalu ia meyakini pekerjaan itu baik..." (Fathir[35] : 8)
"......Mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik - baiknya.." (Al-Kahfi:104)
Rasulullah saw bersabda, "Keadaan seperti ini akan banyak terjadi pada generasi terakhir umat ini."
(Abu Dawud dan Tirmidzi)
Mari mencerna dan meresapi.. tambah mau nangis kan? apalagi kalau melihat yang di-underline itu lho.
Sedikit review mengenai buku Tazkiyatun Nafs, pembahasan mengenai Ujub (Membanggakan Diri).
Ya Allah..mau nangis teruss kalau baca bab yang ini.. #periksaDiri
Rasulullah saw bersabda, "Apabila kamu berjumpa dengan seseorang yang memperturutkan sifat pelit, mengumbar hawa nafsu, mengutamakan dunia, dan selalu 'membanggakan pendapatnya sendiri', maka selamatkan dirimu" (at-Tirmidzi)
Rasulullah saw. menasehati orang yang terjangkit penyakit ujub untuk melakukan uzlah (menyendiri), sedangkan dalam tiap kesempatan beliau selalu menganjurkan umat untuk berjama'ah. Nah, ternyata uzlah merupakan salah satu terapi pengobatannya..
Ibnu Athaillah as-Sakandari berkata mengenai sifat merasa cepat puas,
"Asal segala maksiat adalah kelalaian dan cepat merasa puas atas apa yang dilakukan. Asal segala ketaatan adalah tidak lalai dan tidak merasa cepat puas atas apa yang dilakukan. Ilmu apakah yang membuat seorang alim itu merasa puas sehingga ia tak mau belajar lagi, dan kebodohan apakah bagi orang yang bodoh sehingga dirinya tidak merasa puas?" #jlebb banget buat aq :'(
Di sini terdapat tips untuk melawan penyakit ujub, salah satunya adalah dengan sifat tenang ketika musyawarah. Orang yang selalu mengikuti hawa nafsu dapat diobati dengan mengikuti rambu - rambu Al-Qur'an (ini nih yang dimaksud bahwa Al-Qur'an adalah asy-syifa'...).
For your information..ternyata, ujub dengan sombong (kibr) itu beda lhoo.. jadi, kalo ujub itu sifat membanggakan diri tanpa ada pembanding. Contohnya seperti seseorang yang ujub dengan ibadah shalat tahajudnya, maka ia tidak perlu melihat ibadah tahajud orang lain.. jadi ibaratnya 'ngerasa istimewa sendiri'. Beda dengan sombong, kalo sombong itu memerlukan orang lain (mutakabbir alaih) untuk membandingkan dirinya, seperti sombong dengan ilmunya karena ia melihat keilmuan orang lain di bawahnya, lalu timbul kepuasan dari hatinya. Merasa lebih dari yang lain..dan meremehkan mereka. #horor nih ujub!
Ayo, readers..kita sama - sama berdo'a kepada Allah Azza wa jalla agar terhindar dan dibersihkan dari penyakit hati ini (ujub dan sombong). Supaya kita tak termasuk dalam hadits ini:
Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah masuk surga seseorang yang di hatinya terdapat kesombongan sebesar buah dzarrah" (HR. Bukhari)
Mau nangis? boleh.. yuk, kita sama-sama mengobati diri :)
Ini ada ayat yang menyentuh sekali..
Allah SWT berfirman, "Maka apabila orang yang dijadikan (setan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk, lalu ia meyakini pekerjaan itu baik..." (Fathir[35] : 8)
"......Mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik - baiknya.." (Al-Kahfi:104)
Rasulullah saw bersabda, "Keadaan seperti ini akan banyak terjadi pada generasi terakhir umat ini."
(Abu Dawud dan Tirmidzi)
Mari mencerna dan meresapi.. tambah mau nangis kan? apalagi kalau melihat yang di-underline itu lho.

Komentar
Posting Komentar