Aku Cemburu
Teringat ketika aku masih seumur jagung di PNJ.
Kalau ga salah, saat semester 2 kejadiannya.
Maaf sebelumnya, sama sekali tidak ingin membuka aib saudara seiman.
Hanya ingin menebar hikmah :)
Ketika itu, tidak seperti biasanya aku pulang kuliah naik angkot.
Lagi malas naik kereta.
Sesak & penuh penumpang.
Aku sangat suka berjalan sore.
Udara yang ramah dan mulai mengalami pendinginan.
Senandung kecil akan lagu nasyid seperti biasa tak terlewatkan..
Meskipun sendiri, kadang aku tak merasa sepi.
Jalan - jalan sore.
Indah.
Bahagia.
Ingin rasanya melepas penat usai kuliah.
Tiba - tiba....
Ada sosok wanita yang ku kenal.
*Mulai searching memory...
Siapa ya?
Kembali memutar otak.
Aku tak kenal namanya.
Tapi aku tau ia itu kakak kelasku.
Hmm...koq ada yang aneh ya?
Ternyata, kakak itu ga sendirian.
*mikir
Koq di sampingnya laki - laki ya?
Astaghfirullah, mereka berdua aja.
Ah, masa?
Ga boleh su'udzhon sheil...
(Hati mulai bergejolak)
Dan...pas ikhwannya nengok.
Aaaaaaargh aku kenal kakak itu.
Kenal banget.
*sedih, kalut.
(Sheil..tenang ya..kamu harus posthink)
Entah, dengan langkah ringan.
Mencoba menawarkan wajah tenang.
Tak panik.
Meskipun hati menjerit.
Mencoba untuk koreksi mata ini.
Perlahan tapi pasti aku dekati mereka.
Aku sapa.
"Assalamu'alaikum ka..."
"Eh, kamu de...kirain siapa? Kamu lagi apa di sini?"
Aku jawab, "Kan, rumah aku di Citayam ka..mau pulang, naik angkot"
"Kakak lagi apa di sini?" Tanya aku poloss & spontan.
Kakak cantik ini mulai bingung menjawab.
"Emm...mau jalan - jalan dek.."
"Kakak, aku duluan yaa..Assalamu'alaikum.." Balas aku mengakhiri.
"Wa'alaikumussalam.." Jawab kakak itu tertunduk.
Aku berjalan cepat sekali.
Hatiku berkecamuk.
Ikhwan itu, kakak kelas aku juga.
Aku sedih.
Tubuhku gemetar.
Kaki ku lemas.
Tak percaya atas kejadian tadi.
Mau nangissss (pekik ku dalam hati)
Dengan langkah bak mau ambil gaji, aku cari - cari angkot 05.
Pikirku, yang penting duduk dulu.
Supaya diri ini lebih tenang.
Kalut, hati ku kalut.
Aku cemburu ya Allah...
Bukan cemburu iri melihat mereka berdua. Atau karena aku juga suka ikhwan itu.
BUKAN, sama sekali bukan.
Cemburu, karena Allah.
Cemburu melihat mereka yang aku anggap adalah teladanku.
Aku cemburu, karena tidak sepatutnya seperti itu.
Aku baru ingat akan hadits ini:
“Sesungguhnya Allah itu cemburu dan orang mukmin itu (juga) cemburu. Dan kecemburuan Allah itu adalah apabila seorang mukmin melakukan apa yang Allah haramkan atasnya.”
(HR. Ahmad, Bukhari, Muslim)
Aku hanya tertunduk di angkot.
Memutar - mutar telepon genggam bututku.
*Akhirnya..aku putuskan untuk tabayun dengan salah seorang akhwat yang 1 kelas dengan ikhwan tadi.
Kakak..aku mau tanya.
Sebenarnya, ada apa dengan kakak ini?
'Afwan ka, aku lancang.
Memangnya, mereka sudah menikah ya?
Aku kirim sms itu.
Dan...aku mendapatkan jawabannya.
Ternyata...mereka memang memilih seperti itu.
'Afwan ya de, kami belum bisa menjaga teman seangkatan kami..
Kamu ambil hikmahnya aja dan keep it.
Sontak aku menangis.
Pilu hatiku.
Sampai terlupa, bahwa di angkot aku tak sendiri.
Ya Rabbi, bolehkah aku bertanya.
Mengapa aku yang melihat semua ini?
*Dan sekarang..aku sudah tau jawabannya.
Aku tak merasa diri ini suci.
Lepas dari dosa.
TIDAK!
Bukan itu maksudku.
Aku hanya ingin mereguk hikmah yang terserak.
Jangan sampai, kita dikalahkan oleh hawa nafsu.
Jangan sampai, dunia itu merajai hati ini.
Jangan sampai, aku lupa kalau Allah selalu beserta diri ini.
Jangan sampai, aku jatuh ke lubang yang sama.
Ya Rabbi, hanya engkau yang mampu menolongku.
Hanya Engkau.
Semoga Engkau memberikan yang terbaik untuk kakak - kakakku itu.
Hanya Engkau Yang mampu ya Allah..
"Ya Allah, Yang Maha Membolak - balikkan hati..
Tetapkanlah hati ini dalam agama Mu."
Komentar
Posting Komentar