Umar, ketegasan yang sesungguhnya

Bismillah..

Hanya ingin berbagi, indahnya Ramadhan memenuhi segala ruang.
Tak hanya dari segi ibadah yang lebih indah karena berjama'ah.
Namun... kisah Rasul dan sahabat senantiasa bergaung di berbagai media.
Alhamdulillah.

Sejak beberapa hari ini, aku menonton film Umar bin Khaththab.
Subhanallah..
Film yg full manfaat.
Menggambarkan bagaimana sejarah perjuangan Islam pada zaman Rasulullah.
Menggetarkan hati.
Ucapan para sahabat yang meneguhkan nan menambah kokohnya keimanan.
Bagaimana Bilal keluar dari perbudakannya setelah ia masuk Islam.
Bilal yang ditebus oleh Abu Bakar dengan bayaran yang mahal.
Dan..kisah keluarga Yasir, yang begitu menderita disiksa oleh kaum kafir saat itu.
Sungguh, perjuanganku tak ada apa-apanya dibandingkan sahabat.

Indahnya.. refleksi keimanan mereka.
Meskipun bongkahan batu menekan tubuh, dan panas gurun pasir memancarkan cahayanya.
Mereka tetap berkata "ahad".."ahad".."ahad"...dan bersyahadat full hikmah.
Subhanallah..
Bagaimana kegalauan Umar ketika ia belum masuk Islam.
Bahkan, ketika Abdullah bin Mas'ud dipojokkan oleh Abu Jahal..
Umarpun membantu sahabatnya tersebut.. menyodorkan tangannya untuk membangunkan Abdullah bin Mas'ud. Seketika itu, Abdullah bin Mas'ud berkata: Umar..engkau lebih baik di antara 2 orang. Doa Rasulullah..lebih pantas diperuntukkan untuk mu."
Umar heran dengan pernyataan temannya yang sudah muslim tersebut. ia segera pergi, dengan pertanyaan dalam hatinya.

Dan, ketika Amr sedang berada di luar rumah pada tengah malam..
Umar pun menghampirinya dan bertanya "Mengapa kau berada di luar rumah pada tengah malam?"
Amr menjawab "Lalu, kau sendiri mengapa juga berjalan di malam hari?
Umar menjawab, "Aku hanya mengkhawatirkan sesuatu"
Amr "jika begitu alasanmu, berarti kita sama.."
Umar "apakah hal yg mengkhawatirkan mu? Apakah karena Islam?"
Amr "Bagaimana menurutmu?"
Umar "Jika kau mengikuti hatimu, perjuangankanlah keimananmu (Islam).. kau akan ku anggap sebagai musuh yang aku hormati dan ku kagumi. Namun, jika kau ingin mencari aman dengan membohongi hatimu, maka kau akan ku anggap sebagai teman yang aku rendahkan"
Inilah ungkapan Umar yang sangat aku suka..begitu diplomatis!
Meskipun ia saat itu belum masuk Islam, tapi nasehatnya benar-benar meneguhkan keimanan Amr.
Setelah itu, Amr menyatakan keislamannya kepada ayahnya yang ia cintai.

Semoga bermanfaat!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Buka Jilbabmu Sampai Engkau Baca Basmalah

Aku rindu kalian karena Allah

Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithon yang terkutuk