Postingan

Kontemplasi

Bergegas, mencari bekal untuk perjalanan panjang. Terkadang, kaki ini terkilir atau bahkan terluka hingga berdarah. Namun, perjuangan tetaplah perjuangan. Kisah ini belumlah berakhir hingga Sang Pemilik berkehendak. Entahlah.. dimana posisi kita kelak? Terkadang, cita-cita mulia kita untuk membersamai mereka, para pahlawan cintaNya. Sungguh manis, namun terasa sangat jauh untuk digapai. Terpaku pada dimensi ini. Yah.. aku, kita dan kamu sekarang masih dalam satu dimensi. Tapi tak jarang, kita mengunjungi dimensi lain dalam do’a dan kerinduan Rindu bersama mereka, para shalihin dalam tiap episodenya. Rindu yang mengalirkan energi kebaikan. Mari kita ubah air mata penyesalan ini dengan istighfar, harapan, semangat perubahan dan tawakal. Semoga Sang Maha Penyayang meridhoi tiap langkah – langkah kita. Insya Allah, kelak kita kan beralaskan za’faran, beraroma misik, dan berhiaskan sungai-sungai  yang dijanjikanNya. Itulah buah cinta yang sesungguhnya. Bandung, 7 M...

Allah Maha Lembut.. ^^

Gambar
Alhamdulillah, ahad kemarin dapat tausiyah dari salah seorang saudari yang menginspirasi. Nasihatnya adalah tentang salah satu asma'ul husna. Al - Lathif.. Al - Lathif, Allah Maha Lembut. Dengan kelembutanNya, terkadang kita tak merasakan nikmatNya yang senantiasa hinggap di diri ini.. Ketika Allah menyapa kita dengan hujan rintik - rintik, menyejukkan raga dan jiwa..itulah bukti, bukti kelembutan Allah.. Ketika Allah menyiapkan padi yang panen di sebuah tempat nun jauh di sana.. Kemudian atas izinNya, kita dapat menikmati nasi yang ternyata telah diproses sedemikian lama, untuk sampai ke piring kita. Ya Lathiif.. Ketika Allah memberikan kita pakaian yang melekat pada raga ini. Dengan kelembutanNya, kita kembali tak peka akan nikmatNya. Tentu saja, pakaian itu tak langsung ada di depan mata kita.. Perlu proses, dari menanam pohon kapas, kemudian proses pengambilannya, proses pengolahan kapas menjadi kain, kemudian dari kain menjadi baju.. Subhanallah, Allahu yaa La...

Bangga?

Gambar
Ya Allah, cukuplah menjadi kebanggaan bagiku, Engkau adalah Rabb-ku. Dan cukuplah menjadi kemuliaan bagiku, aku adalah hamba-Mu.. Ya Allah, Engkau sebagaimana yang aku inginkan, Maka jadikan aku sebagaimana yang Engkau inginkan.. -Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu- Subhanallah, masihkah kamu bangga dengan hal yang fana? Bangga, punya BB? Mobil mewah? Otak cerdas? atau...bla bla bla.. Astaghfirullah.. Ukuran bangga bagi seorang Muslim sejatinya bukanlah materi. Tapi kebanggaan yang tiada tara bagi seorang muslim adalah..ketika ia menyadari posisinya sebagai hamba Allah. Ya.. bangga karena Allah adalah Rabbnya..  Trus, kenapa harus bangga jadi seorang Muslim...? Bangga, dan bersyukur karena Allah tlah menggariskan kita untuk merengkuh nikmat Islam dan Iman. Peganglah erat - erat nikmat itu! Karena tidak seluruhnya memiliki nikmat yang kau genggam saat ini.. Jangan sampai, kita berbangga diri saat KTP kita menyatakan Islam. Tapi berbangga-...

Surat untuk pengemban da'wah

Gambar
Teruntuk, engkau adikku. Di jalan da'wah. Da'wah adalah nafas.. Lantas, apakah kita bisa menghentikan nafas ini? Apakah kita sanggup menatap dunia ini gersang dari siraman iman? Ataukah dingin. tanpa penghayatan? Na'udzubillah. Jika kita, hadir dan dihadirkan oleh Allah menjadi salah satu pejuang da'wah.. Apakah kita sanggup untuk menolaknya wahai adikku tercinta? Apakah diri ini sanggup menjawab pertanyaan di hadapan munkar dan nakir nanti? Tanggungjawab kita.. sebagai khalifah di bumi. BERAT. namun ada Allah dan RasulNya Amanah ini, sebagai penyambung da'wah Rasulullah dan para nabi terdahulu.. BERAT. namun ada Allah dan RasulNya . Sebelum ajal menjelang.. Sebelum kita menyesal.. Sebelum ruh ini brpisah dari raga. Bismillah..kita tunaikan amanah dengan sebaik baiknya.. karena Allah, semua akan menjadi indah. karena Allah, semua akan menjadi berkah. karena Allah, semua akan menjadi jannah. Begitu indahnya ...

Jangan cepat berpuas diri..

Gambar
Bismillah.. Terus bergerak, meskipun bahan bakar kini kian menipis.. Tapi langkah seorang pejuang tak boleh terhenti sampai di sini. Harus memperbaiki diri, meskipun tabiat iman memang fluktuatif. "Maka..nikmat Rabbmu manakah yang kau dustakan?" (Ar - Rahman) Begitu banyak masa yang disiakan. Begitu sering, diri hina ini merasa berpuas diri. Entah, karat apa yang hinggap di sini. Padahal, kunci orang sukses akhirat tak pernah berpuas diri akan ibadahnya. Seperti Rasulullah saw dan sahabat yang senantiasa totalitas dalam ibadah dan da'wah. Tak pernah merasa 'ke-PD-an' hingga berleha - leha dalam amal ibadah. Astaghfirullah.. Posisiku, tak ada apa - apanya dibandingkan mereka. Namun perjuanganku tak se-gigih mereka. Tak sedikitpun. Hari ini mulailah berkaca, wahai jiwa.. Mau engkau gunakan untuk apa masa muda ini? Manfaatkanlah! Karena ia bagai kuda yang berlari cepat. Meninggalkan ruang dan waktu. Hanya cintamu kepada Allah 'azza ...

Sifat ujub..

Gambar
Bismillah.. Sedikit review mengenai buku Tazkiyatun Nafs, pembahasan mengenai Ujub (Membanggakan Diri). Ya Allah..mau nangis teruss kalau baca bab yang ini.. #periksaDiri Rasulullah saw bersabda, "Apabila kamu berjumpa dengan seseorang yang memperturutkan sifat pelit, mengumbar hawa nafsu, mengutamakan dunia, dan selalu 'membanggakan pendapatnya sendiri', maka selamatkan dirimu" (at-Tirmidzi) Rasulullah saw. menasehati orang yang terjangkit penyakit ujub untuk melakukan uzlah (menyendiri), sedangkan dalam tiap kesempatan beliau selalu menganjurkan umat untuk berjama'ah. Nah, ternyata uzlah merupakan salah satu terapi pengobatannya.. Ibnu Athaillah as-Sakandari berkata mengenai sifat merasa cepat puas, "Asal segala maksiat adalah kelalaian dan cepat merasa puas atas apa yang dilakukan. Asal segala ketaatan adalah tidak lalai dan tidak merasa cepat puas atas apa yang dilakukan. Ilmu apakah yang membuat seorang alim itu merasa puas sehingga ia ta...

Nikmati saja prosesnya ^^

Gambar
Ketika melingkar ahad lalu.. Ummi membahas mengenai menikmati proses. Proses hidup yang begitu panjang, kadang menuai ujian dan bumbu kehidupan yang beragam. Orientasi hasil memang dibolehkan, namun tak dijadikan pembenaran jika prosesnya tak sesuai perintahNya. Jangan jadi hamba oportunis! #upss.. Ada sebagian orang yang mudah stress, ketika cita - cita atau harapannya tak mampu ia gapai. Kenapa? karena orientasi hasil yang berlebihan. Padahal, hasil itu adalah kehendak Allah. Hak prerogatif Allah saja. Dan sebagai seorang hamba, tugas kita adalah berusaha dan berharap mendapatkan yang terbaik. Nah, sebelum itupun bab yang ini juga harus selalu mengiringi sampai final apapun prosesnya. Apa sich? Yaa apalagi kalau bukan "Niat yang lurus, mengharap ridho Allah Yang Maha Segalanya.." Selain itu, proses yang kita jalani ini tak untuk dilewati begitu saja. Pentas ini.. adalah pentas kesungguhan iman dan islam kita. Sampai dimanakah tingkat kesabaran seorang insan dalam ...

Ya Rabb, Engkau-lah yang mengajarkanku

Gambar
Bismillah... Ya Allah jadikanlah air mataku hanyalah untuk Mu.. Bahagiaku hanya untuk Mu.. Cintaku hanya untuk Mu.. Shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Mu.. Ya Allah..sungguh, hambamu ini adalah insan yang mudah lupa. Padahal dalam tiap shalat, hamba senantiasa mengucap janji setia padaMu. Namun.. kekhilafan terus membayangi tiap desah nafas. Nampaknya, syaithon tak pernah rela melihat kami sujud padaMu. Ya Rabbi.. perlindungan hanya milikMu Yang Maha Menyaksikan setiap saat hanyalah Engkau. Bahkan, di kala tak ada yang ingin mendengar keluh kesahku. Itulah saatnya.. dan mestinya sedari dulu.. aku kembali menunduk menangis menghadapMu. Dan, sekali lagi. Engkau selalu setia setiap saat. Sungguh, hanya Engkau Yang Maha Suci.. namun, kau mengajarkanku arti ke-tawadhu-an. Subhanallah, Sang Maha Suci yang senantiasa menerima ampunan lumuran dosa hamba - hambaNya. Allah.. Kau lah Kekasih sejati yang sesungguhnya. :') Di saat yang lain ogah meneman...

Jangan hanya mengutuk gelap!

Gambar
Bismillah.. Membaca karya Ustadz Salim A. Fillah, "Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim" memberikan torehan tersendiri. Mengapa? Sungguh, tak kan mampu ku paparkan seluruhnya. Mungkin ini hanya refleksi sebagian kecil dari keseluruhan itu. Menjadi Muslim, adalah menjadi kain putih.. lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan. keceriaan, dan cinta bagi semesta alam. Manis, bukan? Dari buku ini, aku belajar memaknai amanah sebagai seorang Muslim. Yah, penuh perjuangan. Memang, nikmat ini yang sering dilupakan..abstain dari pikiran seorang muslim. Nikmat Islam. Semoga, tak kan melupakan nikmat agung ini.. aamiin. Muslim, tak sekedar syahadat-shalat-puasa-zakat-haji.. namun, jauh lebih dalam lagi jika cita-cita seorang Muslim adalah Kaaffah! Biarkanlah, para musyrikin menghendaki kesenangan duniawi. Biarkanlah. Janganlah kita jadi follower mereka. Kita, adalah generasi mulia dengan kebanggaan tiada tara menjadi hamba Allah. Apalagi yang kita banggakan selain me...

Zakat itu menyembuhkan dan membersihkan

Gambar
Bismillah. Malam itu.. subhanallah sekali. Full tausiyah. Full hikmah. Lepas tarawih, seorang ustadz memberikan pengingatan kepada jama'ah tarawih mengenai ZAKAT. Yuk mari kita simak.. Zakat, merupakan penyembuh dan pembersih. Dapat dianalogikan seperti berikut: "Jika kita memotong ayam, maka yang pertama kali kita keluarkan adalah darah dan kotorannya terlebih dahulu. Mengapa darah? karena darah merupakan tempat berkembangnya bakteri yang dapat menyebabkan penyakit." Nah, apabila kita punya harta.. pangkas dulu untuk zakat. Jangan - jangan selama ini kita tidak sehat karena "tamak" terhadap harta. Sehingga menyebabkan hinggapnya penyakit. "Jika kita makan mangga, apa yang pertama kali kita lakukan? apakah kita langsung memakannya dengan kulitnya juga? Tidaaaak!!, kupas terlebih dulu kulitnya yang paling luar. Agar lebih bersih dan sehat untuk dikonsumsi. Dan..kulitnya bisa kita berikan kepada kelinci. Bermanfaat, bukan?" "Ketika k...

I'd Mubarrok !

Gambar
Alhamdulillah, di hari ke-3 syawal ini aq masih diperkenankan untuk hidup. Rasanya..lumayan berat meninggalkan Ramadhan yang semakin terasa singkat. Sedihh.. Namun, diri tak boleh larut dalam kesedihan. Meskipun tak sahur bareng keluarga lagi. Jujur.. Ramadhan memang moment terindah dalam setiap tahun. Sahur bersama, shalat berjama'ah, tilawah dimana2.. Oh, syahdu sekali syahrul tarbiyah itu.. Ketika syawal menyapa, Syukur tak boleh ditanggalkan! Sebenarnya aku sedang menegur diri sendiri. Hehe Itulah, bekal. Bekal saat ramadhan untuk 11 bulan ke depan. Kalau menurut Syeikh Quraish Shihab, cara untuk tetap menumbuhkan iklim Ramadhan adalah.. Berkumpul dengan orang - orang shalih. Subhanallah. Dengan begitu, insyaAllah kita tak kan kembali maksiat. Iklim tausiyah yang tak putus - putusnya dari saudara seiman. Oh, sangat berharganya ^^ Itulah Islam, tak membiarkan tubuhnya yang lain terserang virus. Kudu, mesti, harus, diobati sejak dini. Bahkan, kalau ...

Peduli Jilbab Featuring ITJ

Gambar
Bismillah. Beberapa hari lalu, tepatnya ahad 12 Agustus 2012 kita ngadain jilbab share dan jilbab care. Tidak hanya diselenggarakan oleh Peduli Jilbab. Saudara/i kita dari ITJ (Indonesia Tanpa JIL) depok juga banyak bantu. Thanks a lot. Langsung aja deh nich foto - fotonya...  ini penyelenggara (Peduli Jilbab feat ITJ) Langsung praktek pakai jilbab syar'i with adik - adik sekolah master (masjid terminal)

Menghisab Diri

Gambar
Bismillah. Hisab, adalah perhitungan. Muhasabah adalah aktifitas mengevaluasi diri. Singkatnya, dalam keseharian kita dianjurkan untuk menghisab (evaluasi) diri kita sendiri. Seperti yang tercantum dalam Al-Qur'an Surat Al-Hasyr:18 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”  Begitulah, perintah Allah. Selain memperhatikan apa yang telah diperbuatnya pada hari ini, perencanaan untuk hari esok demikian penting. Dan kini, aku juga teringat untaian kalimat dari Umar bin Khaththab ra: "H isablah dirimu sebelum dihisab, dan timbanglah sebelum ia ditimbang, bila itu lebih mudah bagi kalian dihari hisab kelak untuk menghisab diri...

Please, jangan lebay

Gambar
Bismillah. Mengevaluasi isi hidup. Terlalu banyak sanjungan yang membuatku terlena dan gelisah. Astaghfirullah. Sungguh, ini merupakan pelajaran. Agar tak ku lakukan pada insan lain. Dan..menurut hematku, ini semua terjadi karena Allah yang menghijab aib - aibku dari mereka. Manusia. Satu solusi untukmu, wahai diri. Kembalikan pujian itu kepada Penciptamu. Allohu Khooliq. Alhamdulillah = segala puji hanya milik Allah. " Ya Allah, Engkau lebih mengetahui keadaan diriku daripada diriku sendiri dan aku lebih mengetahui keadaan diriku daripada mereka yang memujiku. Ya Allah, jadikanlah diriku lebih baik dari yang mereka sangkakan, ampunilah aku terhadap apa yang mereka tidak ketahui dariku, dan janganlah menyiksaku dengan perkataan mereka. " Sungguh, aku hanya hamba Allah. Tak lebih.

Bersyukur atau kufur?

Gambar
Alhamdulillah.. Apakah kita sudah bersyukur atas kemurahanNya? Semoga tak hanya penyampaian pada lisan yang basah. Namun, diharapkan dapat meresap ke dalam jiwa. Bersyukur.. atas sgala kesempatan yang tlah dikaruniakan kepada kita. Bersyukur, karena kaki ini masih bisa berjalan kemana dia inginkan. Bersyukur, karena mata ini masih dapat menatap indahnya ciptaan Allah. Bersyukur, karena kita adalah seorang Muslim. Bersyukur, karena hijab tlah melekat. Alhamdulillah..kuadrat..atau kubik (pangkat tiga). Sungguh, diri ini telah lalai dari kata bersyukur. Malas, dan pelupa dalam berterimakasih kepada Nya. Astaghfirullah...

Tak sekedar menyapa kata

Gambar
Di tengah hiruk pikuk tumbuhnya kedewasaan Diri ini tak ubahnya remaja yang baru tumbuh... Masih bermandikan warna putih, yang kelak akan lebih berwarna setelah datang pelepasan. Aku, di sini masih berjibaku dalam perkara pribadi. Sedangkan, lingkungan tlah mengaungkan teriakan yang membuatku tersadar.                                Usia, yang semakin bertambah nominalnya.. Namun, jatah hidup makin berkurang. Tak perlu risau, jika memang diri ini yakin kan merengkuh ridho-Nya. Namun, siapa yang bisa menjamin dirimu dan diriku di hadapanNya? Hanya DIA. Semoga Allah memberikan keberkahan dalam segala aspek kehidupan. Tak hanya sekedar menyapa diri dengan kata motivasi. Namun, segeralah menuju aksi nyata yang menenangkan. Menuju sakinah (ketentraman..)

Kembali Ke... Al-Qur'an

Gambar
Alhamdulillahirobbil ‘alamiin.. Allahu Akbar!!! Tak henti – hentinya lisan dan hati ini berdzikir. Subhanallah, terkesan ketika melihat seorang “hafidz” 30 Juz yang bernama Isa. Sungguh, motivasinya yang begitu mulia. Meskipun ia tak bisa berjalan sejak kecil. Ia ingin mempersembahkan mahkota kepada kedua orangtuanya kelak di surga. Sungguh, ini tamparan pertamaku. Bagaimana dengan aku? Ia mengatakan, bahwa tips dalam menghafal Qur’an adalah: Berdoalah kepada Allah. Karena Allah – lah yang memiliki Al-Qur’an, Allah yang menggenggam hati – hati kita. Minta kepada Allah agar dimudahkan dalam proses menghafal. Biarlah Allah yang membuka hati kita. Perbanyak Tilawah. Semakin banyak tilawah, maka akan semakin banyak lisan ini merekam bacaan Al – Qur’an Sabar Tawadhu’ Kedua, inilah keluarga yang sangat menginspirasi. Keluarga Abdul Rohim. Ia memiliki 4 anak. Anak pertama, lahir pada Januari 1991 : Sudah hafal 30 Juz (Imam di salah satu masjid di mekkah) Anak k...

Umar, ketegasan yang sesungguhnya

Gambar
Bismillah.. Hanya ingin berbagi, indahnya Ramadhan memenuhi segala ruang. Tak hanya dari segi ibadah yang lebih indah karena berjama'ah. Namun... kisah Rasul dan sahabat senantiasa bergaung di berbagai media. Alhamdulillah. Sejak beberapa hari ini, aku menonton film Umar bin Khaththab. Subhanallah.. Film yg full manfaat. Menggambarkan bagaimana sejarah perjuangan Islam pada zaman Rasulullah. Menggetarkan hati. Ucapan para sahabat yang meneguhkan nan menambah kokohnya keimanan. Bagaimana Bilal keluar dari perbudakannya setelah ia masuk Islam. Bilal yang ditebus oleh Abu Bakar dengan bayaran yang mahal. Dan..kisah keluarga Yasir, yang begitu menderita disiksa oleh kaum kafir saat itu. Sungguh, perjuanganku tak ada apa-apanya dibandingkan sahabat. Indahnya.. refleksi keimanan mereka. Meskipun bongkahan batu menekan tubuh, dan panas gurun pasir memancarkan cahayanya. Mereka tetap berkata "ahad".."ahad".."ahad"...dan bersyahadat full h...

Go to HIJAB!

Gambar
Bismillah.. Semoga goresan kali ini tak disisipkan riya' atau sombong sedikitpun..aamiin. Aku hanya ingin menggoreskan perjalananku dalam mengenakan hijab. Ini ceritaku..:D Ketika Madrasah Ibtidaiyyah (SD), aku memang telah mengenakan jilbab.  Namun tidak lengkap.   Masih mengenakan lengan pendek plus rok yang tak sampai mata kaki. Hanya sampai bawah lutut. Ketika SMP, aku sempat melepaskan jilbab. Dan ketika kelas 2 SMP akhir, aku memutuskan kembali berjilbab. Namun..itu hanya ketika pergi ke sekolah saja. Saat SMP ini, aku terlihat tak seperti wanita. Bahkan, ketika teman-temanku yang muslimah mengenakan rok pramuka, aku asik dengan celana pramuka kebanggaanku. Tak ada guru yang protes, Alhamdulillah. Horeee! Sejak dulu..aku memang tak suka dgn pakaian yang ketat. Aku lebih suka memakai pakaian cowok (baju ke’gedean’ dan celana lebar). Semoga itu memang rencanaNya yang disiapkan untukku agar tak mencicipi pakaian yang ketat....

Refleksi jiwa sebelum Ramadhan

Gambar
Bismillah... Tarhib Ramadhan (Tema: Refleksi jiwa sebelum Ramadhan) Masjid UI. Ahad, 8 Juli 2012 Oleh : Ustadz Arsalsyah Ramadhan merupakan bulan kemenangan ruhiyah. Why?Karena banyak senjata (ibadah) ketika Ramadhan..so, gunakan potensi besar ini..Ramadhan hendaknya dapat memompa semangat kita untuk beribadah lebih baik lagi. Contoh: Imam Syafi'i --> dapat mengkhatamkan Al-Qur'an 60x dalam 1 bulan..Lalu kita?? Hadits Rasulullah  مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ  ”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim) Maksudnya? 1. Ramadhan hendaknya disertai dengan keimanan (jangan sekedar menahan lapar+haus) 2. Harus ada target dan rencana. Buatlah targer secara detail. Misalnya: Tilawah per-hari mau berapa juz? alokasi waktunya kapan saja? Lalu ukur kemampuan kita, mampu dud...